Review Film: Ayat-Ayat Cinta 2, The Greatest Love Story

Secara visual, banyak pemandangan dan lingkungan yang direkam dengan indah serta megah. Soundtrack untuk film ini juga pas dengan adegan-adegan dalam filmnya. Meskipun begitu, film arahan Guntur Soehardjanto ini masih memiliki beberapa kekurangan.

Karakter Fahri di film Ayat-Ayat Cinta 2 melebihi sempurna. Terlalu baik hati dan terlalu diidolakan para perempuan juga menjadikan karakter Fahri menjadi tidak masuk akal. Sedangkan untuk karakter para perempuannya, di film ini diceritakan bahwa menikah adalah puncak dari kebahagiaan.
Bahkan di adegan trailernya sampai ada adegan mengemis untuk minta dinikahi, yang menurut pandangan penulis hal tersebut seharusnya sudah tidak relevan dengan hidup di jaman sekarang. Seolah menikah ada dalam konteks subjek (orang yang menikahi) dan objek (orang yang dinikahi).

Secara akting, para pemain bisa menunjukkan karakter masing-masing, Fedi Nuril bisa memperlihatkan sesosok orang yang baik dan setia terhadap istrinya, sedangkan untuk Tatjana yang digambarkan ceria juga memberikan nuansa romantis, begitu juga dengan Chelsea maupun Nur Fazura, akting mereka juga memberikan kesan tersendiri bagi para penonton.

Dapat disimpulkan bahwa Ayat-Ayat Cinta 2 memiliki daya tariknya meskipun masih memiliki kekurangan. Satu kutipan yang menarik adalah “Yang patut dicintai adalah cinta itu sendiri dan yang harus dimusuhi adalah musuh itu sendiri”. Mulai tayang di bioskop 21 Desember 2017, pesan tiket nonton kamu secara online di BookMyShow.

Sumber: bookmyshow

Trailer Ayat-ayat Cinta 2