24 C
Makassar
Sunday, March 22, 2026
HomeMetropolisRudy Minta Gerakan Pramuka Difokuskan Pada Penanganan Covid-19

Rudy Minta Gerakan Pramuka Difokuskan Pada Penanganan Covid-19

- Advertisement -

 

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kwartir Cabang Gerakang Pramuka Kota Makassar menggelar apel terbatas dalam rangka Hari Jadi Pramuka ke-59 tahun, di Taman Segitiga, Jalan Lamadukelleng Makassar, Jumat (14/8/2020).

Dalam kesempatan itu, Ketua Majelis Cabang Gerakan Pramuka Malassar, Rudy Djamaluddin, dan Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Makassar, Muh Iqbal Samad Suhaeb, meresmikan kantor Pramuka Makassar yang diberi nama Gedung dan Baruga Andi Pananrang.

Andi Pananrang sendiri merupakan ketua Pramuka kota Makassar yang pertama. Sehingga nama tersebut disematkan sebagai bentuk penghormatan kepadanya.

Dalam sambutannya, Rudy mengatakan, tema Pramuka tahun ini adalah Peran Gerakan Pramuka Ikut Membantu Dalam Penanggulangan Bencana Covid-19 dan Bela Negara.

Tema tersebut merupakan perwujudan dari semangat para Pramuka untuk ikut membantu menanggulangi bencana Covid-19, yang sampai saat ini masih menjadi masalah besar bagi bangsa Indonesia, bahkan di seluruh dunia.

“Itulah sebabnya, sejak terjadinya wabah ini, gerakan Pramuka selalu tanggap dalam upaya penanggulangannya,” ujar Rudy.

“Seperti pentingnya mendidik menjaga kebersihan tubuh, termasuk rajin mencuci tangan dengan sabun, terus menggunakam masker dan menjaga jarakn di keramaian. Pada intinya, terus mematuhi protokol kesehatan,” lanjutnya.

Rudy menjelaskan, tingkat kwartir nasional telah membentuk satuan tugas penangulangan bencana dan Covid-19. Sementara di jajaran kwartir daerah, cabang, ranting, sampai Gugus depan, berbagai Satuan Pramuka Peduli juga ikut bergerak bersama pemerintah dan masyarakat melawan wabah Covid-19.

“Sebagai organisasi pendidikan yang berasaskan Pancasila, aktivitas membantu penanggulangan bencana alam dan wabah Covid-19 ini adalah kegiatan untuk menjukkan betapa semua anggota Pramuka berusaha menepati janjinya terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.

Rudy menambahkan, wabah Covid-19 membuat berbagai aktivitas masyarakat nyaris terhenti. Baik di bidang perekonomian maupun seni budaya. Latihan dan pembinaan gerakan Pramuka juga sementara tidak dapat dilakukan secara terbuka.

“Tetapi kita bisa latihan pembinaan tatap muka dalam jumlah terbatas dan mematuhi protokol kesehatan, maupun dengan berbagai kegiatan daring. Kegiatan ini justru dapat menyatukan banyak anggota gerakan Pramuka,” terang Rudy.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img