MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Sebanyak 6 SKPD lingkup Pemerintah Kota Makassar yang menjadi mitra Komisi DPRD kota Makassar menyampaikan laporan realisasi anggaran.
Laporan ini disampaikan dalam agenda Monitoring Evaluasi (Monev) yang berlangsung di ruang rapat Komisi D (bidang Kesejahteraan Rakyat) DPRD Kota Makassar, Selasa (16/3/2021) siang.
Sejumlah SKPD yang menyampaikan laporannya antara lain Dinas Sosial, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak, Badan Pemberdayaan Masyarakat, dan Kesejahteraan Rakyat.
Menaggapi laporan SKPD terkait, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Fatma Wahyuddin, mengatakan bahwa realisasi anggaran seluruh mitranya masih jauh dari target yang ditetapkan.
“Pada dasarnya, Monitoring Evaluasi (Monev) pada hari ini persentase realisasi di semua SKPD terkait masih minim kurang lebih 5 persen. Itupun yang terealisasi baru pembayaran gaji dan listrik operasional kantor,” ujar Fatma, Senin (15/3/2021).
Lebih lanjut legislator dari fraksi Partai Demokrat itu mengatakan, ada sejumlah kendala yang dialami SKPD seperti transisi pemerintahan yang awalnya dipimpin Rudy Djamaluddin, ke pemerintahan Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi.
“Kalau tidak salah akan ada anggaran recofusing yang akan dilakukan Pemkot terkait Makassar Recover,” jelasnya.
“Karena kalau tidak, inikan bisa menjadi bahan evaluasi untuk SKPD bahwa dia tidak maksimal untuk kerja. Jadi kita bisa mengevaluasi kinerja nya, apabila pencapaian di triwulan kedua tidak mencapai target di 40 persen,” tegasnya.
Sementara Plt Kabag Kesra Pemkot Makassar, Mohammad Syarief, tidak menyangkal kondisi tersebut. Ia mengakui, realisasi anggaran memang masih jauh dati target, karena adanya transisi pemerintahan di lingkup Pemkot Makassar.
“Kalau kita lihat, salah satunya memang penyesuaian mengenai RPJMD Wali Kota disusun harus disesuaikan dengan pimpinan yang baru, jadi patokan nya pimpinan yang sekarang,” ujarnya.
“Tetapi, kegiatan sehari-hari masalah pendataan berkomunikasi samaa SKPD itu rutin dilaksanakan berkomunikasi dengan ormas kami tetap laksanakan jadi sekalipun nihil dalam realisasi anggaran tapi kegiatan yang sifatnya berkoordinasi tetap jalan,” lanjutnya.
Meski begitu, Syarief optimis di triwulan kedua pihaknya bisa memaksimalkan realisasi anggaran, bahkan bisa lebih dati target yang telah dicanangkan.
“Jauh lebih besar lagi, karena persoalan bantuan hibah masjid, guru mengaji, harus dimaksimalkan di triwulan kedua. Bahkan mungkin target kami di atas 50 persen untuk triwulan kedua. Karena itu sifatnya hibah,” tutupnya.



