MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pemerintah kota Makassar berduka pasca-meninggalnya salah satu pegawai mereka, Zulkiflie Marauni, di Rumah Sakit Haji.
Pegawai yang bertugas sebagai kepala sub bagian hukum pemerintah kota Makassar tersebut berpulang pada pukul 18:45 WITA.
Menurut keterangan pihak Rumah Sakit Haji, pasien dalam pengawasan (PDP) tersebut masuk ke rumah sakit pada pukul 15:10 WITA dengan keluhan demam dan sulit menelan.
“Iya benar. Dia masuk pukul 15:10 WITA, meninggal pukul 18:45 WITA,” ujar Una, selaku tim pengendalian Covid-19 RS Haji Makassar.
“Jadi keluhannya itu demam sama susah menelan. Menurut informasi keluarganya, sudah tiga hari dia sulit menelan,” lanjut Una kepada reporter Sulselekspres.com.
Sejauh ini pihak rumah sakit belum mengetahui secara pasti riwayat penyakit yang diderita pasien.
Saat ditangani, pasien langsung diambil foto thorax. Pasien yang diduga terjangkit Covid-19 ini datanya telah dikirim dan akan diketahui hasilnya sekitar tiga hari mendatang.
“Kami belum sempat melakukan pemeriksaan mendalam (terkait riwayat penyakit). Tapi sudah dilakukan pemeriksaan foto thorax,”
“Hasil positifnya (Covid-19) nanti kita tau setelah hasil swabnya. Biasanya tiga hari kedepan,” terang Una.
Pasca meninggal dunia, jenazah pasien langsung diserahkan jepada tim gugus percepatan penanganan covid-19.
“Jenazah kami serahkan ke tim gugus percepatan penanganan covid-19 dan sudah dibawa tadi,” tegasnya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dati pihak pemerintah kita Makassar.



