MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Bencana banjir dan hujan ekstrim yang melanda Sulawesi Selatan (22/1/2019) memberikan dampak yang signifakan terhadap beberapa wilayah Kabupaten/Kota, seperti; Kabupatane Gowa, Jeneponto, Takalar, Maros, dan Kota Makassar.
Ketua Kajian Banjir di Sulsel, Syamsu Rijal mengatakan, ada banyak sekali faktor yang menyebabkan Sulsel terkena bencana banjir, salah satunya; curah hujan yang sangat tinggi.
“Jadi melalui kajian ini, kita memperjelas penyebab banjir kemarin itu seprti apa, termasuk wilayah wilayah yang rawan banjir,” ujarnya, di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Jl. Urip Sumoharjo, Rabu (20/3/2019).
“Alih fungsi lahan dan Deforestasi khusunya di Hulu dan tengah Das, naiknya permukaan laut (hilir), juga salah satu faktor penyebabnya,” lanjutnya.
Lebih lanjut Syamsu Rijal mewakili Tim Kajian Banjir di Sulsel mengatakan, tujuan dilaksanakannya kajian banjir ini agar bencana banjir bisa diminimalisir.
“Jadi kajian ini, memprlihatkan sebaiknya apa yang harus kita lakukan dibagian hulu, bagian tengah das, termasuk program program yang akan kita lakukan dalam jangka waktu panjang dan dekat,” tukasnya.
“nah tahun depan kita perlu sinergi dengan semua pihak, kita memberdayakan semua yang kita punya termasuk, pihak pihak yang terlibat dalam penangan banjir,” tutupnya.



