25 C
Makassar
Sunday, April 5, 2026
HomeMetropolisTak Raih Adipura, Makassar Masih jadi Tempat Belajar Pengelolaan Sampah

Tak Raih Adipura, Makassar Masih jadi Tempat Belajar Pengelolaan Sampah

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Meski tahun ini Kota Makassar gagal meraih adipura, namun sejumlah daerah masih tetap mengunggulkan penanganan sampah kota anging mammiri tersebut. Salah satunya adalah Waringin Barat, Kalimantan Tengah.

Wakil Bupati Waringin Barat Ahmadi Riansyah, mengatakan bahwa kedatangannya bersama rombongan untuk mempelajari pengelolaan sampah yang ada di Kota Makassar.

BACA: Dua Kali Ditunda, Danny Pastikan Kanrerong Diresmikan Akhir Februari

“Saya perlu belajar karena itu saya datang ke sini. Terutama masalah persampahan. Kami sendiri telah 12 kali raih adipura. Tapi tantangannya adalah mempertahankan,” katanya.

Selain pengelolaan sampah, Ahmadi juga mengaku akan belajar pelayanan publik Pendidikan, kesehatan, dan penyelenggaraan pemerintahan.

BACA: Danny Dorong Wisata Kuliner sebagai Kekuatan Ekonomi Makassar

“Kami ingin ke depan bisa juga sukses seperti Makassar bisa mengelolah sampah ini dengan baik. Selanjutnya, mungkin ada informasi-informasi yang bisa kita pelajari dan tiru dari Makassar,” ucapnya.

Sementara, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto menyampaikan jika kunjungan tersebut sifatnya saling share informasi saja. Ia mengatakan banyak juga keunggulan Waringin Barat yang bisa diikuti Makassar. Meski demikian ia mempersilahkan Ahmadi untuk melihat semua keunggulan smart city kota Makassar.

“Smart city kita sangat berfungsi sejak 2015. Untuk pengelolaan sampah TPA kita sangat bagus, sistem penjemputan sampah dan mobil sampahnya bisa ditracking melalui war room,” jelasnya.

Danny pun mempersilahkan mereka mengunjungi war room atau command centre Makassar, city galery yang menyerupai URA Singapura serta berbagai hal yang menjadi keinginan rombongan Wakil Bupati Waringin Barat.

“Walau pun kemarin kita tidak dapat adipura, tapi kita tidak pernah menyerah, atau berkecil hati. Bahkan penilai LPPD kita ajak ke TPA. LPPD kita nomor satu, Surabaya di urutan ke 2 dan Bandung nomor 6,” kata Danny.

Ia juga tak lupa memperkenalkan PTSP bintang 5, serta kecanggihan war room yang dapat memantau lalulintas, layanan kesehatan kejahatan, komplain masyarakat, rumah sakit, bank sampah, mobil sampah, penduduk mati hidup tiap hari, serta yang keluar masuk.

“Homecare, kita jadi percontohan di asia tenggara, dan sudah dicontoh Jambi, Bandung, dan Manado,” ungkapnya.

Penulis: M. Syawal
spot_img

Headline

spot_img
spot_img