25 C
Makassar
Sunday, April 12, 2026
HomeHukrimTemukan Sajam dan Bom Molotov, Laode: Kami Akan Proses Hukum

Temukan Sajam dan Bom Molotov, Laode: Kami Akan Proses Hukum

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Setelah bentrokan antar dua kubu mahasiswa di Universitas Muslim Indonesia (UMI), pihak kampus akan mencari tahu dan membawa hal itu ke jalur hukum.

Wakil Rektor III UMI, Prof. Laode Husain, mengatakan, meski dirinya berusaha untuk memediasi kedua kubu mahasiswa yang bertikai, namun, pihaknya akan tetap mengambil jalur hukum jika ada tindakan kriminal yang terajdi di kampus hijau tersebut.

Hal itu akan dilakukannya menyusul adanya penemuan beberapa senjata tajam jenis badik dan parang, serta anak busur dan bom molotov saat polisi menyisir Fakultas Tekni UMI, setelah bentrok.

“Senjata tajam yang disita itu sangat berbahaya, apalagi berada di dalam kampus. Olehnya itu proses selanjutnya kita akan ambil jalur hukum,” jelasnya, Minggu (28/10/2018).

Dia menambahkan, bentrokan kedua kubu mahasiswa satu fakuktas tersebut yakni jurusan Teknik Mesin dan Sipil itu diawali adanya konflik. Namun, pihaknya hingga saat ini masih belum mengetahui secara jelas duduk persoalannya.

“Mungkin ada kesalahpahaman antar mahasiswa. Tapi, kita masih cari apa masalahnya, apa penyebabnya,” jelasnya lagi.

Sebelumnya, dua kubu mahasiswa di kampus islami UMI Makassar pada Jumat (26/10/2018) lalu terjadi bentrok. Bahkan, bentrokan tersebut terjadi dua kali dalam sehari.

Meski, kedua kubu mahasiswa yang konflik tersebut sempat dimediasi oleh pihak kampus namun, bentrokan antara Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil dan Mesin tersebut tidak terhindarkan.

Beruntung dalam bentrokan yang melibatkan puluham mahasiswa Fakultas Teknik UMI tersebut tidak menelan korban jiwa maupun luka.

Penulis: M. Syawal

spot_img

Headline

spot_img
spot_img