25 C
Makassar
Thursday, March 12, 2026
HomeRagamTernyata, Orang yang Sering Berjalan Cepat Tanda Tidak Bahagia

Ternyata, Orang yang Sering Berjalan Cepat Tanda Tidak Bahagia

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Masyarakat Indonesia memang tidak begitu gemar berjalan kaki karena adanya sepeda motor yang memudahkan kita untuk mencapai berbagai tempat dengan mudah.

Hanya saja, di berbagai kota besar seperti di Jakarta, banyak orang yang merantau dan tidak memiliki kendaraan pribadi sehingga sering berjalan kaki atau memakai transportasi umum. Kita bisa melihat seberapa cepat mereka terbiasa berjalan kaki.

Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa orang-orang yang terbiasa berjalan dengan cepat cenderung kurang bahagia dibandingkan dengan mereka yang berjalan dengan kecepatan lebih rendah. Pejalan cepat juga cenderung lebih perfeksionis dan kurang nyaman saat perjalanan mereka terhambat oleh orang-orang yang berjalan dengan lebih lambat.

Selain itu, seringkali berjalan dengan cepat juga disebabkan oleh faktor tuntutan pekerjaan. Mereka mendapatkan tekanan untuk selalu tepat waktu atau tidak mudah terlambat.

Masalahnya adalah, mereka yang sering mendapatkan tekanan pekerjaan lebih besar cenderung tidak memiliki banyak waktu untuk menikmati kehidupan dengan keluarga atau teman-temannya.

Hanya saja, hasil dari penelitian ini juga tidak diamini oleh banyak pakar kesehatan. Dalam realitanya, cukup banyak orang yang berjalan cepat dan terbiasa melakukan berbagai hal tepat waktu justru lebih menikmati kehidupan karena segalanya berjalan dengan lebih lancar.

BACA: Bawa Beban 15 Kg, Prajurit Marinir Berjalan Kaki 21 KM Keliling Kota

Penelitian yang dilakukan oleh British Council dan dipublikasikan oleh BBC pada 2 Mei 2007 silam dilansir dari laman Dokter Sehat, menghasilkan fakta bahwa masyarakat perkotaan berjalan jauh lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang tinggal di pedesaan.

Masalahnya adalah semakin cepat kita terbiasa berjalan kaki, semakin buruk dampaknya bagi kesehatan.

Dalam penelitian yang dilakukan di 35 kota ini, setidaknya 70 partisipan di setiap kota dilibatkan. Mereka dicek kebiasaan berbelanjanya dan berjalan kaki sejauh 60 kaki atau sekitar 20 meter.

Hasil dari penelitian ini adalah, Singapura menjadi tempat orang-orang yang berjalan dengan paling cepat. Setelahnya diikuti oleh warga Copenhagen, Denmark; Madrid, Spanyol; dan kemudian Guanzhou, Tiongkok. Meskipun London tidak masuk dalam 10 besar kota dengan warga yang berjalan dengan sangat cepat di dunia, ada kecenderungan bahwa warga London berjalan kaki 10 persen lebih cepat dibandingkan dengan tahun 1990-an.

“Warga perkotaan cenderung berjalan dengan lebih cepat,” ucap pemimpin penelitian ini, Prof. Richard Wiseman.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img