SULSELEKSPRES.COM – Kembali muncul beberapa fakta terkait aksi teror penembekan terhadap puluhan muslim di Kota Christchurch, Selandia Baru 15 maret lalu.
Menurut hasil penyelidikan Kepolisian Selandia Baru, pelaku Brenton Tarrant (28) ternyata mempunyai tiga sasaran saat beraksi di Kota Christchurch. Beruntung polisi berhasil menangkapnya sehingga jumlah korban tidak bertambah.
Kabar itu disampaikan oleh Komisioner Kepolisian Selandia Baru, Mike Bush. Menurut dia, Tarrant yang berasal dari Australia memang sudah mempersiapkan serangan itu sejak tiga bulan sebelumnya.
“Nyawa berhasil diselamatkan,” kata Bush tanpa merinci target ketiga itu, seperti dilansir dari CNN, Rabu (20/3).
Aksi teror yang dilakukan Tarrant terjadi di dua masjid di Kota Christchurch pada 15 Maret. Yakni Masjid Al Noor dan Masjid Linwood. Dia menggunakan senapan serbu AR-15 dalam aksinya. Tarrant merekam perbuatannya dan disiarkan langsung melalui akun Facebook-nya. Tarrant berhasil ditangkap setelah menyerang Masjid Al Noor, ketika hendak pergi menggunakan mobil.
Bush menyatakan tidak mengungkap sasaran lain Tarrant demi menghindari kekhawatiran masyarakat. Menurut dia, Tarrant menyiapkan lima senjata saat beraksi, dua di antaranya sudah diubah menjadi semi otomatis. Beberapa di antaranya dibeli dari toko senjata di kota itu.



