MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Grup musik asal Makassar yang dikenal dengan nama Theory of Discoustic (TOD) ini, kembali menggelar pentas Sebar Kisah, yang dulunya sebagai medium mereka memperkenalkan debut album La Marupe’-nya.
Sebar Kisah untuk pertama kalinya digelar pada 10 Maret 2018, di Laku Pattiserrie Makassar. Dari pementasan itu pula, yang membuat TOD akhirnya berkeliling panggung dari kampus bahkan kafe, hingga rencana melanjutkan Sebar Kisah pun tertunda.
“Kendala teknis dan non-teknis yang senantiasa muncul membuat TOD harus menunda atau lebih bersabar untuk melanjutkan Sebar Kisah,” kata Dian Mega, perwakilan TOD, dalam keterangan berkata, Jumat (12/4/2019).
Pada akhirnya, medium penyebaran La Marupe’–disamping CD, album digital, dan layanan musik di SoundCloud–tergantikan dengan aneka jenis panggung dari kota Makassar, bermain di Soundrenaline 2018 di Bali, tur beberapa kota untuk satelit festival Rock In Celebes 2018, sampai berbagi panggung dengan Suarasama pada Kongres Kebudayaan Indonesia akhir tahun 2018.
“Dari itu, justru cakupan publik untuk mendengarkan La Marupe’ secara lebih terbuka memunculkan beberapa ulasan musik dari beberapa media di Indonesia yang menaruh perhatian pada tema lirik dan kualitas musik album tersebut,” sela Dian.
Meski demikian, berbagai panggung itu rupanya menjadi ganjaran bagi TOD. Album musik La Marupè mereka dinobatkan sebagai album terbaik Indonesia 2018.
Penobatan itu, kata Dian tidak hanya datang dari media budaya kontemporer dan media musik Indonesia semacam; Vice Indonesia, HAI Online, dan Warning Magz. Tetapi, TOD juga didaulat sebagai salah satu Tokoh Seni Pilihan 2018 sekaligus La Marupè sebagai album terbaik 2018 pilihan Majalah Tempo.
Setahun berlalu, TOD kemudian berniat untuk menggelar Sebar Kisah yang kedua. Namun bedanya, Sebar Kisah#2 bakal menjadi repertoar lengkap TOD untuk kali pertama yang mereka pentaskan.
Kata Dian, rencananya Sebar Kisah kedua akan digelar tanggal 28 April 2019 bertempat di Essprezza Coffee jalan Mappanyukki Makassar.
“Tak hanya TOD, edisi ini juga mengajak publik untuk menyimak tiga unit musik Makassar dengan corak berbeda: Skin & Blister (indie pop), From Dust to Beyond (post rock), Soleluna (ambience/ electronic).”
“Keempat unit ini nantinya akan ditemani oleh permainan visual dari salah seorang seniman visual Makassar, Rais/Rice,” Dian menandaskan.



