1. Jadi Capres/Cawapres Alternatif Partai Nasdem

Salah satu yang dinilai sebagai alasan utama SYL berpindah partai adalah untuk mengembangkan kiprah politiknya dilevel nasional. Ini setelah dirinya tidak lagi menjabat sebagai Gubernur Sulsel.
Peluang ini terlihat nampak terbuka lebar. SYL kini menjadi salah satu figur alternatif untuk didorong Partai Nasdem ikut berkompotisi dalam gelanggang Pilpres 2019 mendatang.
BACA: Ditanya Soal Pilpres, Begini Jawaban SYL
SYL selain sebagai figur yang membawa nama Nasdem, dia juga merupakan tokoh potensial dari kawasan Timur Indonesia. Elite DPP Nasdem hingga DPW membuka ruang mencalonkan SYL bersanding dengan Jokowi.
“Tokoh potensial dari Indonesia Timur itu ya pak SYahrul. Punya pengalaman dan banyak prestasi,” ungkap Juru Bicara Nasdem Sulsel, Muh Rajab beberapa waktu lalu.
Baca: Ingin Dampingi Jokowi, Ini Tagline Politik Baru SYL
Adapun SYL sendiri saat dimintai tanggapan menjawab secara diplomatis. “Ya mengalir saja seperti air. Survei tidak ada kita bayar-bayar,” ujar SYL menanggapi soal namanya yang ikut terekam dalam survei Charta Politika sebagai figur potensial menjadi Cawapres.
Selanjutnya: Bersuara Keras Lawan Terorisme





