BONE, SULSELEKSPRES.COM – Petugas kepolisian Polsek Sibulue berhasil meringkus ketiga pelaku pemerkosaan anak di bawah umur, Sabtu dinihari (03/11/2019) sekira pukul 03.00 wita.
Informasi dihimpun sulselekspres.com ketiga pelaku ini menjalankan aksinya di Desa Pakkasalo, Kecamatan Sibulue. Pascakejadian itu, orangtua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Sektor (Polsek) Sibulue.
Tak butuh waktu lama bagi petugas kepolisian meringkus para pelaku. Ketiga dari lima pelaku ini berhasil diringkus Polsek Sibulue. Mereka yang diringkus, Andi Arham, Ismail dan Mustakar. Sementara dua pelaku lainnya masih buron.
BACA: Modus Mengantar, 8 Pria di Takalar Melakukan Pemerkosaan di Rumah Salah Satu Pelaku
Kapolsek Sibulue Iptu Aris Supu mengatakan setelah kami menerima laporan, sejak pukul 03.00 anggota langsung bergerak cepat memburu pelaku dan berhasil menangkap 3 orang pelaku di rumah masing-masing, sedangkan dua pelaku lainnya masih buron.
Menurut, Iptu Aris Supu menjelaskan berdasarkan laporan dari Korban ES (15) warga Dusun Kajuara, Desa Pakkasalo Kecamatan Sibulue. Awal mulanya, korban tersebut diperkosa oleh lima pelaku di area persawahan di Desa Pakkasalo, sejak Jumat (1/11) malam sekitar pukul 22.00 wita,
“Pada saat itu korban sementara mengendarai sepeda motornya kemudian ada pelaku lima orang dengan menggunakan sepeda motor mendatangi korban dan menggiring korban ke sebuah tempat sepi. Selanjutnya, pelaku memberhentikan korban di pinggir jalan dan mengambil kunci motor korban, kemudian pelaku MTK bersama MAIL mengajak korban ke sebuah persawahan, namun korban tidak mau sehingga MTK dan MAIL menarik tangan korban lalu memaksanya ketengah persawahan,” jelasnya kepada sulselekspres.com dalam rilisnya Minggu, (03/11).
BACA: Caleg Di Parepare Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pemerkosaan
Lanjut, Iptu Aris Supu menambahkan, setelah sampai ditengah sawah para pelaku lalu menampar dan menendangi korban sehingga korban tidak berdaya.
“Kemudian pelaku menutup mata dan mulut korban, selanjutnya para pelaku memaksa korban behubungan secara bergiliran, korban mencoba melawan dan berteriak tapi tidak bisa. Saat ini kita masih dalami pemeriksaan pelaku, dan mencari pelaku lainnya,” tambah Iptu Aris Supu.
Iptu Aris Supu menyebut, para pelaku mengakui melakukan aksi bejatnya usai terpengaruh minuman ballo.



