WATAMPONE, SULSELEKSPRES.COM – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid (PPC) 19 Kabupaten Bone menjemput 21 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Bone yang baru tiba dari Malaysia di Pelabuhan Parepare, Minggu, (17/5/2020).
Kasatpol PP Bone, Andi Akbar mengatakan, dari 32 orang yang direncanakan tiba di Bone, hanya 21 yang dijemput. Lantaran, sisanya sementara menjalani isolasi di Nunukan akibat hasil Rapid Test menunjukkan reaktif.
“Hari ini 21 warga Bone tiba di kampung halaman. Kami jemput mereka dari Pare-Pare. Sebelum diperbolehkan masuk ke bone, mereka telah melewati prosedur ketat. Mulai mendaftar ke perwakilan pemerintah indonesia di Malaysia. Bagi yg mendapat persetujuan mereka diisolasi selama 2 bulan. Setelah isolasi selesai lalu diberangkatkan ke Nunukan dan selanjutnya ke pare-pare untuk dilakukan rapid tes,” katanya kepada sulselekspres.com, Minggu, (17/5/2020).
Mantan Camat Bontocani ini menambahkan para warga Bone itu sudah dilakukan pemeriksaan ketat kesehatan mereka dengan uji sampel atau rapid test di Nunukan dan Pare-pare.
Hal itu dilakukan dalam mengantisipasi penyebaran covid 19 yang kemungkinan dibawa para TKI.
“Alhamdulillah hasilnya non reaktif atau negatif semua,” tambah mantan Kabid SMA Dinas Pendidikan Bone ini.
Selanjutnya, kata A. Akbar, 21 WNI dari Malaysia bakal dipulangkan ke masing-masing desa.
“Jadi Pemerintah Desa masing-masing warga yang kemudian akan melakukan pengawasan agar para wni ini melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,” terang Akbar.
Sementara itu, Jubir PPC 19 Bone dr Yusuf mengungkapkan para warga Bone itu sudah berkali dirapid test.
”Semuanya sudah dirapid test dan ada bukti pemeriksaannya, dan hasilnya semua negatif,” ungkapnya.
Dia pun menyebutkan para warga bakal dikembalikan ke keluarga dengan tetap isolasi mandiri.
Namun demikian, jika ada warga yang tak mematuhi isolasi mandiri maka bakal bawa ke Rumah Singgah Bajoe.



