31 C
Makassar
Friday, February 20, 2026
HomePolitikTim Hukum Prof-Andalan Ancam Pelaku Black Campaign

Tim Hukum Prof-Andalan Ancam Pelaku Black Campaign

- Advertisement -

Asmar juga, memaparkan fakta dan data yang sebenarnya yang bertolak belakang dengan isi panflet tersebut.

BACA: 5 Fakta Menarik Dibalik Pencabutan Nomor Urut Kandidat di Pilgub Sulsel

Pertama, soal Bantaeng Peringkat 11 Kabupaten Termiskin di Sulsel.
Faktanya, kata Asmar, Saat Nurdin Abdullah (2008) memulai menjabat sebagai Bupati Bantaeng, angka kemiskinan di Kabupaten ini 21%. Setelah menjabat sampai jelang akhir masa jabatannya, terjadi pengentasan kemiskinan, sehinggga hanya tersisa (2017) 5% saja.

Kedua, soal Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Tertinggi ke 3 di Sulsel. Faktanya, lanjut Asmar, Kab. Bantaeng mendukung Program Pelayanan Terpadu Gerakan Masyarakat Peduli Kab/Kota Sejahtera atau dikenal dengan nama Pandu Gempita. Dan Kab. Bantaeng merupakan pilot project di Indonesia dari 5 Kab/Kota Program Pandu Gempita oleh Kemensos, karena dianggap sebagai Kabupaten yang punya kepedulian besar PMKS.

Ketiga, soal Bantaeng Peringkat 15 Index Pembangunan Manusia (IPM). Fakta membuktikan, lanjut Asmar, IPM Bantaeng sekarang di posisi 66.20, yang sebelumnya berada di posisi rendah sebelum Nurdin Abdullah menjabat.

“Sekarang berada di urutan 7 IPM Sulsel dan mengejar target 5 besar,” ujarnya.

AOS menambahkan, Pada tahun 2008 pertumbuhan ekonomi 4,7%, sebelum Nurdin Abdullah menjabat. Kini, di 2017, setelah menjabat pertumbuhan ekonomi mencapai 9,5%.

Keempat, kata AOS, angka 7 Triliun untuk Proyek SMELTER itu. Dan tidak berjalan. Faktanya, kata AOS, Dua proyek Smelter di Bantaeng itu dibangun oleh dua investor berbeda yaitu PT Titan Mineral Utama (TMU) dengan investasi mencapai Rp 4,7 triliun, dan PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia (HNAI) dengan nilai investasi Rp 1,7 triliun.

Dua proyek itu sekarang dalam proses perampungan. “Perlu diketahui bahwa proyek Smelter ini sepenuhnya investasi swasta tanpa melibatkan apbd Bantaeng. Pemda hanya membantu kelancaran proyek ini,” tambahnya.

Karena itu, Asmar, sedang mempertimbangkan untuk mempolisikan pamflet black campaign ini untuk menelusuri siapa pembuat dan dibalik pamflet tersebut.

Penulis: Abdul Latif

View this post on Instagram

TENTANG KAMI MEDIA online tak selalu soal kecepatan. Media online seringkali dipersepsikan hanya menyuguhkan kecepatan dan mengejar jumlah viewr tanpa ketepatan informasi. Tren penilaiaan negatif pembaca seakan menjadi sesuatu yang sulit dihindari. Kami sebagai media online baru dibawah bendera PT. MRM berusaha menyajikan informasi berbasis internet, tidak sekadar dengan penulisan seadanya. Mencoba mendobrak persepsi negatif yang telah terbangun selama ini. sulselekspres.com berusaha menyuguhkan informasi dalam bentuk pemberitaan berdasar fakta, kajian, dan model penulisan yang tidak lagi seperti pada umumnya media online. Kedalaman informasi menjadi perioritas, mencerdaskan tanpa harus menggurui, serta menyerang tanpa maksud melukai, apalagi membunuh karakter. Kehadiran kami bukan sebagai pesaing dari jutaan media online lainnya. Kami hadir dengan menawarkan bacaan berkualitas dan mencerdaskan. Tentu saja bukan sebagai sumber referensi paling terpercaya, tapi bisa menjadi bahan pembanding dari satu peristiwa dengan tawaran ulasan berbeda dari segala sudut pandang. Secara garis besar kami ingin menghadirkan media online dengan kualitas seperti media cetak koran. Sulselekspres.com akan terus mencoba berada dititik netral tak berpihak. Berdiri untuk semua golongan, dan tidak bekerja untuk kepentingan politik siapapun. Terima kasih untuk semua pihak. Terima kasih untuk masyarakat Indonesia, terkhusus masyarakat Timur Indonesia, dan lebih khusus lagi untuk masyarakat Sulawesi Selatan. Teriring salam hangat untuk sambutan hangatnya. Redaksi

A post shared by Sulsel Ekspres (@sulsel_ekspres) on

spot_img

Headline

spot_img
spot_img