Setelah memastikan ponselnya benar-benar hilang, Ulil kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tamalanrea, ditemani kakak dan dua temannya.
“Malam sekitar jam 21:00 saya pergi melapor sama kakak ku di Polsek Tamalanrea. Ditemani juga sama dua teman ku. Di sana langsung dilayani dengan baik sama polisi. Dibikinkan surat keterangan hilang.”
“Untungnya itu pak polisi ramah sekali ji. Langsung dilayani dan diterbitkan suratnya, tidak banyak embel-embel. Laporan ku langsung diserahkan ke tim lapangan untuk dilacak, karena ada ji nomor IMEI nya HP ku,” terang remaja asal kabupaten Mamuju Tengah tersebut.
Saat ini ponsel milik Ulil sedang dalam penanganan pihak kepolisian untuk dilakukan pelacakan melalui kode IMEI ponsel.
Nilai kerugian akibat kasus ini diprediksi mencapai angka 1.700.000 rupiah.
“Harganya itu HP 1.700.000. Saya cicil tiga bulan kasihan. Mudah-mudahan bisa ditemukan secepatnya,” tutup Ulil saat ditemui reporter Sulselekspres.com di Polsek Tamalanrea, Rabu (6/5/2020) malam.
Sebelum kasus yang menimpa Ulil, hal serupa juga dialami oleh salah satu penghuni kos lainnya, Zul. Perantau asal kabupaten Enrekang tersebut kehilangan satu unit note book dan sejumlah barang dagangannya.
“Bulan lalu note book ku hilang. Sama pakaian jualanku yang mau saya kirim. Siang-siang juga kejadiannya, sekitar jam 14:00 WITA. Dia bobol juga pintu kamarku,” terang Zul.



