MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah meminta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel untuk menyeimbangkan antara bekal dunia dan bekal akhirat.
Demikian yang Ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam kegiatan Jumat Ibadah yang dicanangkan Pemprov Sulsel sejak dua minggu belakangan. Bertempat di masjid Nurul Amir, Jumat (23/11/2018).
BACA: Nurdin Abdullah Bersama Istri Hadiri Maulid Tingkat Provinsi di Soppeng
Nurdin sangat mengapresiasi kegiatan yang diberinama Jumat Berkah tersebut dan tak lupa dalam sambutannya, Nurdin berharap jumlah ASN yang terlibat kian banyak dari Jumat ke Jumat.
Kata Nurdin, kegiatan ini bakal serupa dengan yang diterapkan pemerintah kabupaten Soppeng dengan ‘Soppeng Mengaji’ dan Gowa dengan ‘Jumat Ibadah’. “Masa Pemprov Sulsel gak ada,” katanya.
BACA: Nurdin Abdullah Kenang Masa Kecil dan Pernikahannya Di Soppeng
Untuk itu, Jumat Ibadah kata Nurdin juga mendorong pemanfaatan masjid untuk aktivitas keibadahan seperti mengaji, tausiah dan sebagainya.
“Karena kalbu kita juga perlu diisi sebagai bekal akhirat. Minimal setiap Jumat kalbu kita tersentuh, kalo ini tiap minggu kita lakukan inshaallah kita akan maksimal bekerja”, kata Nurdin.
BACA: Nurdin Abdullah Pulang Kampung: Dengar Curhat Masyarakat Soppeng
Dalam kesempatan ini, hadir pula sebagai penceramah KH. Nur Taufik Sanusi Baco yang membawakan tausiah tingkatan manusia berdasarkan kualitas khususnya dalam hal menyeimbangkan hak dan kewajibannya.
“Kualitas manusia ada tujuh tingkatan yaitu al-basyar, al-insan, al-ibad, al-ulama, al-auliah, al-anbiya dan arrosul. Orang yang lebih banyak mendahulukan kewajiban dibanding menuntut hak sesungguhnya akan dimudahkan urusannya oleh Allah SWT” kata Ustadz KH. Nur Taufiq Sanusi Baco dalam ceramahnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini mendampingi Gubernur yakni Penjabat Sekda Sulsel, Sejumlah Kepala OPD dan ASN lingkup Pemprov Sulsel. Kegiatan Jumat Ibadah ini akan rutin digelar setiap hari jumat pukul 08.00 hingga pukul 09.00 pagi sebelum memulai aktivitas perkantoran.



