24 C
Makassar
Sunday, February 15, 2026
HomeNasionalTKN Bantah Tudingan Polisi 'Dipaksa' Dukung Jokowi

TKN Bantah Tudingan Polisi ‘Dipaksa’ Dukung Jokowi

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COMĀ – Merespons dugaan pelanggaran netralitas polisi, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menegaskan pihaknya selama ini tak pernah meminta bantuan kepada pihak kepolisian untuk menggalang dukungan di Pilpres 2019.

Tanggapan itu menyulus setelah pengakuan mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Azis yang diperintah Kapolsek Kabupaten Garut untuk menggalang dukungan bagi Jokowi-Ma’ruf, terkuak.

“TKN tidak pernah memberi atau melakukan upaya meminta bantuan kepada Kepolisian. Karena kami tahu polisi adalah aparat negara yang harus menjaga independensi dan netralitas mereka di pemilu ini,” kata Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding, dilansir dari CNNIndonesia, Senin (1/4/2019).

Baca:TKN Jokowi: Rocky Gerung Bagai Aktor Sirkus Keliling

Menurut Karding, apa yang diakui Sulman sama sekali tida memiliki keterkaitan dengan pemenangan Jokowi-Ma’ruf. Karena itu pula, ia meminta semua pihak agar memastikan kembali pengakuan eks Kapolsek tersebut.

“Oleh karena itu harus betul-betul kita teliti baru mengomentari sesuatu. Tetapi prinsipnya TKN menghargai independensi polisi,” ujarnya.

Sebelumnya, Eks Kapolsek Pasirwangi, Garut, AKP Sulman Azis sebelumnya mengaku diperintahkan oleh Kapolres Kabupaten Garut agar menggalang dukungan untuk Jokowi.

Perintah itu pun disampaikan kepada kapolsek lain di wilayah Garut. Sulman mengatakan perintah juga disertai ancaman akan dimutasi jika suara Jokowi kalah di wilayahnya.

“Beberapa kali saya dipanggil Kapolres untuk melakukan data dukungan kepada masing-masing calon, diperintahkan untuk melakukan penggalangan,” ucap Sulman di kantor Lokataru, Jakarta.

 

Penulis: Agus Mawan

spot_img

Headline

spot_img
spot_img