SULSELEKSPRES.COMĀ – Pagelaran kualifikasi EURO Cup 2020 ternyata menyeret kasus baru bagi punggawa tim nasional Ukraina, Junior Moraes.
Asosiasi sepak bola tertinggi Eropa, UEFA, melakukan investigasi soal status kewarganegaraan punggawa tim nasional Ukreina, Junior Moraes. Moraes sebelumnya berpaspor Brazil, tetapi di kualifikasi EURO kemarin Moraes mbela Ukreina.
Inveatigasi ini dilakukan setelah UEFA menerima laporan dari dua tim satu grup Ukreina, tim nasional Portugal dan dim nasional Luxemburg.
Moraes, striker kelahiran Brasil, musim 2018/19 ini menikmati kampanye apik bersama Shakhtar Donetsk, yang menjadi klub ketiga berkiprah di Ukraina sejak 2012 lalu, sebagaimana dilansir dari laman Bolasport.com.
Pemain 31 tahun itu menerima paspor Ukraina pada bulan Februari 2019 ini. Setelah itu, dia langsung mencatatkan debutnya bersama Ukreina dan sukses menahan imbang Portugal tanpa gol pada 22/3/2019 lalu.
Portugal dan Luksemburg komplain soal keabsahan paspor Ukraina milik Moraes. Pasalnya, aturan FIFA mengatakan bahwa setiap pemain harus tinggal sedikitnya lima tahun secara beruntun setelah mencapai usia 18 tahun agar bisa menukar kewarganegaraan.
Sebenarnya Moraes datang ke Ukraina pada tahun 2012 silam, tetapi dirinya baru menghabiskan empat tahun tujuh bulan belakangan di negara Eropa timur tersebut.
Sebelumnya, ia membela Metalurh Donetsk dan Dynamo Kiev dalam periode Juli 2012 hingga Februari 2017. Tapi statusnya sebagai pemain pinjaman di klub Tiongkok, Tianjin Tianhai, dua tahun lalu sebelum kembali ke Ukraina untuk memperkuat Shakhtar Donets.
Hal itulah yang membuat Portugal dan Luxemburg melayangkan protes ke UEFA, karena Moraes dianggap belum memenuhi syarat yang tercantum dalam aturan FIFA soal berganti negara.
Moraes merupakan pemain Brasil ketiga yang dinaturalisasi untuk memperkuat timnas Ukraina setelah Edmar dan Marlos.



