MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Setelah melakukan kunjungan ke dua negara, yakni Belanda dan Jerman, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memaparkan tiga poin penting hasil dari kunjungan tersebut.
Gubernur Sulsel mengatakan, kunjungan kerja tersebut merupakan sebuah langkah untuk mendorong kebutuhan masyarakat Sulsel dalam tiga sektor. Diantaranya, terkait pengelolan sampah, infrastruktur jalan, dan bagaimana memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
“Kita fokus mengenai pengelolaan sampah, penggunaan teknologi air bersih, dan membahas infrastruktur jalan,” kata Nurdin Abdullah, Selasa (18/6/2019).
Dalam memenuhi kebutuhan air bersih, kata Nurdin Abdullah Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan berkolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo. Ia berharap, dengan teknologi tersebut, harga air bersih untuk masyarakat Wajo bisa semurah mungkin. Nurdin Abdullah juga menceritakan bagaimana keadaan kebersihan air baku di Jerman.
“Uang koin dilempar dengan kedalaman tiga meter, masih bisa dilihat dari atas permukaan air,” sebutnya.
Untuk infrastruktur jalan, Gubernur Sulsel menceritakan, infrastruktur jalanan yang ada di Jerman sangat menarik. Hampir sepanjang jalan, kata dia, dihiasi dengan pandangan indah dan sejuk.
“Biar naik mobil seribu kilometer disana tidak ada rasa capeknya, atau bosan, karena pandangan dipenuhi pohon yang hijau,” bebernya.
Sedangkan untuk pengelolan sampah, mantan Bupati Bantaeng dua periode itu mengakui, masih jauh metode pengelolaan di Sulsel, dengan di Belanda dan Jerman.
“Kita disini masih menggunakan pengelolaan secara tradisional, orang disana sudah menggunakan teknologi,” beber Nurdin Abdullah.
Gubernur Sulsel menambahkan, pihak dua negara tersebut akan datang kembali ke Sulsel pada awal Juli 2019 ini, untuk melakukan kerjasama lebih lanjut.
“Akhir Juli mereka datang, sudah dilakukan tandatangan kontrak pada pemerintah provinsi, Pemkab Wajo, dan pemerintah pusat. Kita sudah atur semua agar lebih ringan,” pungkasnya.



