SULSELEKSPRES.COM – Uji klinis vaksin sonovac covid-19 di indonesia Sinovac bekerja sama dengan Bio Farma untuk melakukan uji klinis tahap 3 vaksin COVID-19 di Indonesia.
Vaksin ini menjadi satu dari tiga vaksin yang telah memasuki tahap akhir uji klinis. Perusahaan ini mulai melakukan penelitian vaksin COVID-19 sejak akhir Januari lalu dan telah melewati pre-klinik (pengujian pada hewan) dan uji klinis fase 2.
Uji klinis fase 1 dilakukan untuk mengetahui apakah vaksin aman bagi manusia. Uji coba fase 1 pada kandidat vaksin ini telah dilakukan di China pada April lalu. Pengujian melibatkan 144 orang dewasa rentang usia 18-59 tahun.
Sementara itu, uji klinis fase 2 dilakukan untuk menentukan dosis dan keamanannya pada jumlah peserta yang lebih besar. Uji coba fase 2 ini melbatkan 600 peserta pada rentang usia sama dengan uji klinis fase 1.
Hasil dari uji klinis fase 1 dan 2 dilaporkan aman dan tidak ada efek samping serius pada peserta. Hasil uji klinis fase 2 menunjukkan bahwa vaksin memicu pembentukan antibodi yang mampu menetralisir virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Antibodi mulai terbentuk pada hari ke-14 setelah vaksinasi.
Yang saat ini akan dilakukan di Indonesia adalah uji klinis fase 3 atau tahap akhir yang mana dilakukan untuk mengetahui keefektifannya. Tahap ini harus dilakukan dengan skala besar dan membutuhkan wilayah rentan dengan angka penularan aktif terbanyak. Hal ini dilakukan agar keefektifan calon vaksin benar-benar teruji.
Untuk uji klinis fase 3 ini, Sinovac menggaet negara lain yang memiliki kasus penularan tinggi untuk melakukan uji coba. Brasil telah memulainya dengan melibatkan 9.000 peserta yang disusul oleh Bangladesh dengan melibatkan 4.200 peserta.
Sinovac yang dilakukan di Indonesia rencananya akan dimulai pada Agustus 2020 melibatkan 1.620 relawan pada rentang usia 18-59 tahun.
Sumber: hellosehat.com



