SUNGGUMINASA,SULSELEKSPRES.COM – Setelah viral di media sosial, kehadiran kolam air putih bagikan susu di Kabupaten Gowa yang berlokasi di Lingkungan Cambaya, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu ini, pemilik yang juga Sekretaris Camat Bontomarannu, Iis Nurismi langsung melakukan uji laboratorium tentang kandungan yang ada dalam air putih tersebut.
Tak hanya itu, dirinya juga telah mengimbau kepada masyarakat setempat maupun yang datang berkunjung melihat fenomena tersebut agar tidak mengonsumsi air yang ada dalam kolam. Hal tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Iis Nurismi menyebutkan bahwa air berwarna putih yang keluar dari sumur bor miliknya tersebut hingga saat ini belum diketahui kandungannya. Ia mengaku saat ini air tersebut masih dalam tahap pemeriksaan di laboratorium.
“Saya sudah buat imbauan disitu agar air tersebut masih dalam proses pemeriksaan laboratorium diharapkan untuk tidak dikonsumsi. Itu sampai sekarang kita masih cari dan lagi tunggu hasilnya dari Lab Succofindo dan tadi juga orang dari Dinas Kesehatan ambil sampelnya,” ungkapnya, Jumat (6/3/2020).
Untuk hasil pemeriksaannya, Laboratorium Succofindo akan memeriksa mineral serta kandungan kapurnya dan diperkirakan hasilnya akan keluar sekitar sepekan. Sementara untuk hasil laboratorium Dinas Kesehatan diperkirakan akan keluar tiga minggu atau satu minggu kedepan.
“Tadi kita ukur PH-ny, PH-nya mirip-miripji air, memang tidak sama persis sama tapi hampir seperti air biasa dan airnya tidak berbau.” ujarnya.
Dijelaskannya bahwa kemunculan air berwarna putih tersebut berawal saat hendak melakukan pengeboran sumur di lahan miliknya sekitar satu bulan. Sumur bor ini nantinya akan digunakan untuk menyiram tanaman bunga dan membantu masyarakat sekitar yang kadang kesulitan air saat musim kemarau datang.
“Sebenarnya itu sudah sebulan lebih, tapi biasa kalau kita bikin sumur bor baru, itu kadang satu atau dua hariji atau seminggu, tapi kita tunggu-tungggu airnya jernih, masih tetapji seperti itu sampai sekarang. Di kedalam 28 meter belumpi, dia seperti air biasa tapi sedikit airnya. Jadi karena kurang airnya ditambah lagi dalamnya baru putih di kedalaman 80 meter,” jelasnya.
Usai viral Iis mengaku terus didatangi pengunjung bahkan dari luar Kabupaten Gowa.
“Saya juga kaget kenapa bisa viral begitu. Kalau untuk banyak datang saya pribadi sangat kaget kenapa bisa viral begitu. Jadi mungkin banyak orang penasaran. Sebenarnya kalau mau datang kita juga tidak bisa halangi karena banyak orang dari jauh,” tambahnya.
Bahkan kedepan ia berencana akan memanfaatkan tempat tersebut sebagai tempat wisata jika pada hasil laboratorium kandungan dari air tersebut tidak berbahaya.
“Insya Allah kalau ada potensi wisata tentunya itu bisa menambah pendapatan masyarakat. Bahkan sekarang saja yang kondisinya seperti ini ada 30 lebih KK yang menjual di sana,” katanya.



