28 C
Makassar
Sunday, March 29, 2026
HomeOlahragaWali Kota Cup 2019 : Dugaan Manipulasi Dokumen Pemain Luar, Peserta Terancam...

Wali Kota Cup 2019 : Dugaan Manipulasi Dokumen Pemain Luar, Peserta Terancam Diskualifikasi

- Advertisement -

PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – Dugaan praktik manipulasi dokumen pemain luar, mencoreng Turnamen Wali Kota Cup 2019. Salah satu peserta terancam akan dikenakan sanksi karena adanya beberapa temuan indikansi pelanggaran tersebut.

Salah seorang pencinta sepakbola di Parepare, Irmawan Supardi mengatakan, pihaknya melihat terdapat beberapa kejanggalan dalam pertandingan antara  Bimantara FC melawan Jawi Putra FC. Salah satunya, kata dia, yakni memainkan pemain luar melebihi kuota yang telah ditetapkan panitia.

“Setelah ditelisik ternyata dalam pertandingan tersebut, beberapa pemain yang berstatus Pemain Luar dimainkan secara bersamaan. Dan itu melebihi kuota yang ditetapkan, setelah dicek ada satu nama yang melebihi kuota tersebut yaitu Siswandi, yang notabene adalah status pemain luar yang diverifikasi oleh panitia,” bebernya, Sabtu (19/10/2019).

Irmawan yang juga Manajer Lasinrang FC tersebut mengungkapkan, temuan lainnya terkait manipulasi dan pemalsuan. data club Jawi Putra FC yakni, Muhammad Aytullah Izzulhaq, yang mana pemain tersebut di laporkan tidak terdaftar sebagai Mahasiswa UNM Kampus V Kota Parepare.

Atas temuan yang ada, Ketua The Maczman Parepare tersebut meminta kepada Panitia Pelaksana Turnamen Wali Kota Cup untuk mengambil tindakan tegas.

“Kita ingin melihat sepakbola di Parepare bersih dari hal-hal seperti ini, kita semua sudah berkomitmen ingin memajukan sepakbola di Parepare. Kepada panitia penyelenggara untuk menindaklanjuti hal ini, dan semoga kedepannya diturnamen-turnamen berikutnya tidak terjadi hal seperti ini dan sepakbola Parepare akan semakin baik lagi,” harapnya.

Sementara, salah seorang Official Bimamtara FC, Ronald mengatakan, pihaknya memohon kepada panitia untuk bersikap bijak menanggapi protes kami.

“Kami berharap panitia pelaksana untuk merapatkan protes kami,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Panitia Pelaksana Turnamen Wali Kota Cup 2019, Iskandar Nusu menerangkan, pihaknya belum menerima surat keberatan yang dimaksud, namun telah memperoleh konfirmasi dari pihak Bimantara FC.

“Selanjutnya, akan ada Tim dari Panpel dan Askot PSSI. Jika terbukti, sanksi yang diberika. Mengacu pada aturan-aturan dalam Technical Meeting,” terangnya.

Sedangkan, Ketua Askot PSSI, Rahmat Sjam menegaskan, jika ada temuan dari Club terkait manipulasi data, hingga melanggar aturan yang disepekati akan berakibat dengan sanksi Diskualifikasi. Sanksi, kata dia, akan diberikan kepada Manager dan Club yang bersangkutan sesuai statute Askot, yaitu tidak dapat melanjutkan pertandingan selanjutnya dan tahun depan termasuk Liga Askot.

“Jika temuan didapatkan pada babak penyisihan grup hasil pertandingan, maka semua hasil pertandingan di grup bersangkutan dinyatakan tidak sah, atau dihapus atau dianggap belum pernah melakukan pertandingan. Jika sebelum di babak 8 besar ditemukan, maka diganti dari peringkat terbaik di grup bersangkutan, dan jika ditemukan pada saat 8 besar, maka yang bersangkutan dinyatakan kalah dan sanksi tetap berlaku begitupun selanjutnya,” tandasnya.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img