Dari kampanye itu lahir aksi politik anggota DPRD Kota Makassar bernama Gabungan Aksi Fraksi (GAS) Appi-Cicu.
“Ini ulah Rahman Pina semakin kelewatan, kenapa anak-anak dimanfaatkan untuk konflik. Rahman ini membuat provokasi, ini sudah sangat keterlaluan,” kata Dg Mangka salah satu warga Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, yang ikut berunjuk rasa di kantor DPRD Makassar, dalam rilis yang diterima Sulselekspres.com.
Tudingan provokasi muncul setelah adanya warga mengenali salah seorang pemuda yang dimanfaatkan oleh Rahman Pina. Pemuda Manggala yang selama ini mendukung Rahman Pina berbalik memaki dan berjanji tak akan mendukung Rahman Pina jika maju kembali jadi caleg di Pemilu 2019.
“Jelas sekali itukan anak-anak Bangkala yang dimanfaatkan Rahman Pina untuk datang di DPRD Makassar mengawal dirinya, karena ketakutan akan didemo oleh massa. Yang mengherankan kenapa bisa Rahman Pina arahkan pemuda untuk jadi provokator, untung saja berhasil lari dari kejaran massa. Kalau didapat pasti babak belur karena ulah Rahman Pina,” kesal Dg Tika warga Bangkala yang ikut mengecam sikap Rahman Pina.
Dengan peristiwa itu, dalam waktu dekat warga Bangkala akan mendatangi kediaman Rahman Pina untuk mengingatkan, untuk tidak memanfaatkan warga untuk hal – hal negatif.



