Ada banyak pula lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan sosial anak saat ini abai menanamkan nilai-nilai kejujuran, keteladanan dan contoh yang baik bagi anak. Anak seringkali kehilangan orientasi dan jati dirinya, sekolah sudah seringkali mengesampingkan nilai-nilai budaya, moral Pancasila sebagai ideologi negara tidak lagi diperkenalkan dalam kehidupan anak-anak peserta didik.
Seiring dengan itu berdampak negatif bagi anak, anak kehilangan nilai-nilai dan jiwa nasionalisme, plurarisma serta rasa toleran dalam kehidupan dan pergaulan anak Indonesia.
Pendidiklan moral Pancasila dan pendidikan budi pekerti, pendidikan karakter bangsa serta pendidikan moral Pancasila dikalangan anak-anak Indonesia dan didalam kurikulum pendidikan nasional tidak lagi menjadi pengajaran utama dalam sekolah.
Rumah tidak lagi bersahabat dan ramah bagi anak, ada ayah dan Ibu dirumah tapi tiada sesungguhnya. Keluarga telah sibuk dan asyiik dengan alat komunikasinya akibatnya interaksi sosial anak dengan kedua orangtuanya terabaikan.
Merajalelahnya tayangan pornografi yang sangat muda diakses anak-anak melalui media sosial juga mendorong anak teribat dalam berbagai kejahatan seksual baik yang dilakuan secara sendiri-sendiri maupun bergerombol bersama orang dewasa.





