Sementara itu, Nur Setiawan berharap program nasional di Sulsel ini akan berjalan lancar sehingga koordinasi dengan pimpinan daerah penting.
“Sebenarnya bagian dari koordinasi pemerintah daerah, apa yang sudah ditetapkan pemerintah pusat bisa berjalan lancar dan diterima baik oleh pemerintah daerah,” katanya.
BACA: 4 Daerah Di Sulsel Belum Peroleh WTP Dari BPK RI
Ia melanjutkan, bahwa pembangunan juga menyentuh bagian lain dari infrastruktur ini, terutama sekitar stasiun tempat transfer, baik penumpang dan barang.
Untuk progresnya pembangunan pada tahap satu dan dua sudah hampir 90 persen. Sementara tahap tiga yakni di Kabupaten Pangkep dan Maros 64 Km dan tahap pertama 47 Km sehingga total 110 Km sudah dan akan disentuh anggaran yang tersedia.
BACA: Gubernur Sulsel Usul 1 % APBD untuk Tanggap Darurat
Jelasnya, anggaran tahap tiga sekitar Rp2,9 triliun dan tahap satu dan dua sekitar Rp2,3 triliun.
“Mudah-mudahan lancar, bahwa ini program bersama, khususnya Sulawesi-Selatan. Pengerjaannya, rencananya di tahun 2020 tahap satu hingga tiga sudah mulai beroperasi,” ujarnya.
Untuk pengerjaan untuk tahap tiga efektif di tahun 2019, sehingga diharapkan akhir tahun 2018 terkait pembebasan lahan sudah selesai.



