26 C
Makassar
Friday, March 13, 2026
HomeHukrim400 Kilogram Bahan Bom Ikan Pangkep dan Maros Disita Tentara

400 Kilogram Bahan Bom Ikan Pangkep dan Maros Disita Tentara

MAROS, SULSELEKSPRES.COM – Lima karung yang diduga bahan pembuatan bom ikan dengan total berat 400 kilogram disita Kodim 1422/Maros di desa Bori Masunggu, Maros Baru, Kabupaten Maros, Rabu (2/1/2019).
“Personel Kodam XIV/Hasanuddin, dalam hal ini Kodim 1422/Maros telah berhasil menyita bahan pembuatan bom, berupa pupuk kelapa sawit merk “Cantik”,” kata Kapendam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Alamsyah, Kamis (3/1/2019).
“Barang bukti sebanyak delapan karung isi 50 kilogram perkarung itu, bermula didapat dari informasi HZ warga Desa Barikamase Maros.”
Kata Alamsyah, HZ mulanya melihat tumpukan karung yang mencurigakan di pinggir Dermaga Dusun Tekolabbua Maros.
Karena itu, HZ segera melaporkan temuannya ke Unit Intel Kodim 1422/Maros via telefon suara.
Baru berselang waktu dua jam, Dandim 1422/Maros Letkol Inf Farid Yudho Dwileksono bersama Pelda Abdul Rauf anggota Unit Inteldim, menuju ke TKP untuk mengecek langsung barang tersebut.
“Setelah dilakukan pengecekan dan pengembangan di lapangan, didapat terduga identitas pemilik barang, MS warga Biringkanaya kota Makassar, sebagai pengedar pupuk di Pulau Balang Lompo Kelurahan Mattiro Sompe, Liukang Tupabiring, Pangkep,” kata Alamsyah.
Saat dimintai keterangan, MS mengaku, barang yang mengandum Amonium, NO3 dan Calcium tersebut diperoleh dari salah satu toko Tani di jalan Veteran, kota Makassar, yang bakal digunakan sebagai bahan pembuatan bom ikan.
“Dalam keterangan, yang bersangkutan juga mengakui bahwa bersangkutan mantan pembuat bom ikan dan beralih menjadi pemasok bahan-bahan tersebut di wilayah Kabupaten Pangkep dan Maros,” ujar Alamsyah.
Untuk mengantisipasi dan menghindari terjadinya penggunaan serta penyalahgunaan bahan tersebut, pihak Kodam XIV/Hasanuddin melakukan koordinasi dan menyerahkan kasus tersebut kepada pihak Polres Maros.
Saat ini, terhadap barang tersebut tengah dilakukan pengembangan serta mendalami terhadap beredarnya bahan pembuatan bom di wilayah Sulsel.

Penulis: Agus Mawan

spot_img

Headline

spot_img
spot_img