28 C
Makassar
Wednesday, June 26, 2024
HomeRagam6 Pemanis Alami yang Aman Bagi Kesehatan

6 Pemanis Alami yang Aman Bagi Kesehatan

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Mengonsumsi gula terlalu banyak, dapat menimbulkan gangguan bagi kesehatan. Namun, beberapa jenis makanan atau minuman, tidak enak jika tak menggunakan gula.

Konsumsi gula berlebih diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Sayang, banyak orang tanpa sadar mengonsumsi gula dalam jumlah berlebih.

Untungnya, ada banyak cara untuk membuat makanan dan minuman terasa manis tanpa perlu menambahkan gula. Sejumlah pemanis alami ini dapat memberikan rasa manis tanpa perlu takut meningkatkan risiko lonjakan gula darah.

Journal of American Dietetic Association via CNNIndonesia.com menemukan bahwa mengganti gula dengan pemanis alami-termasuk sirup maple dan madu-dapat meningkatkan asupan antioksidan dan menawarkan manfaat lain.

Berikut beberapa pemanis alami pengganti gula, mengutip berbagai sumber yang dilansir dari CNNIndonesia.com:

1. Stevia

Stevia merupakan pemanis alami yang diekstrak dari daun semak di America Selatan. Secara ilmiah, tanaman itu dikenal dengan sebutan Stevia rebaudiana.

Mengutip Healthline, pemanis nabati ini diekstraksi dari senyawa yang ada di dalam tanaman. Dengan kandungan nol kalori, pemanis alami ini bisa memberikan rasa 350 kali lebih manis daripada gula buatan.

Daun Stevia rebaudiana juga mengandung sejumlah nutrisi lain yang menawarkan manfaat kesehatan seperti menurunkan tekanan darah serta menjaga kadar gula darah dan insulin.

2. Sirup yacon
Sirup ini diekstrak langsung dari tanaman yacon yang berasal dari Amerika Selatan. Tanaman ini dikenal secara ilmiah dengan sebutan Smallanthus sonchifolius.

Sirup ini mengandung sepertiga kalori gula biasa atau sekitar 1,3 kalori per gram.

Kandungan fructooligosaccharides di dalamnya membuat sirup yacon juga menawarkan manfaat kesehatan lain. Penelitian menunjukkan fructooligosaccharides dapat mengurangi indeks glikemik, berat badan, dan risiko kanker usus besar.

Tak hanya itu, fructooligosaccharides juga memberi makan bagi bakteri baik di usus, yang sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Bakteri baik di usus dapat menurunkan risiko diabetes dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Kendati disebut aman, namun konsumsi sirup yacon dalam jumlah besar dapat menyebabkan gas berlebih, diare, dan pencernaan yang tidak nyaman.

3. Gula kelapa
Gula kepala diekstraksi dari nira kelapa. Gula kelapa mengandung sejumlah nutrisi seperti zat besi, zync, kalsium, kalium, dan antioksidan.

Kendati demikian, kalori dalam gula kelapa masih terbilang tinggi. Gula kelapa mengandung jumlah kalori yang sama seperti gula buatan.

Gula kelapa juga sangat tinggi kadar fruktosa, salah satu kandungan utama dalam gula yang menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

4. Madu
Madu mengandung sejumlah vitamin dan mineral. Madu juga mengandung banyak senyawa antioksidan yang bermanfaat untuk tubuh.

Asam fenolik dan flavonoid dalam madu bertanggung jawab dalam mencegah diabetes, peradangan, penyakit jantung, dan kanker.

Meski memiliki berbagai manfaat kesehatan yang menjanjikan, namun madu mengandung fruktosa yang dapat berkontribusi terhadap masalah kesehatan.

5. Sirup maple
Sirup maple adalah cairan kental yang dibuat dengan memasak getah pohon maple. Di dalamnya terkandung sejumlah mineral yang diperlukan tubuh termasuk kalsium, kalium, zat besi, zync, dan mangan.

Beberapa studi juga menemukan bahwa sirup maple memiliki sifat anti-kanker. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hal tersebut.

Meski mengandung nutrisi dan antioksidan yang bermanfaat, sirup maple masih tinggi gula. Sama seperti gula kelapa dan madu, sirup maple adalah pengganti gula populer yang harus dikonsumsi dalam jumlah sedang.

6. Kurma

Buah satu ini dapat dimakan dalam kondisi segar atau kering. Buah ini juga bisa dihaluskan menjadi pasta sebagai pemanis alami pengganti gula.

Kurma juga dapat membantu mereka yang memiliki masalah pencernaan dan meningkatkan pertumbuhan bakteri baik dalam usus karena kandungan seratnya yang tinggi.

Namun, mengutip Mind Body Green, fruktosa dalam kurma masih terbilang tinggi. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk menjaga jumlah asupannya.

Konsumsi sederet pemanis alami pengganti gula di atas dalam batas wajar. Penggunaan berlebih hanya akan menimbulkan masalah kesehatan.

spot_img
spot_img
spot_img

Headline

Populer

spot_img