MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah mensupport penuh PT. Kencana Hijau Binalestari untuk berinvestasi di Sulsel untuk mengelola getah pohon pinus di Gowa dan daerah lainnya.
“Kita dukung semua investor masuk di Sulsel. Kita pasang karpet merah untuk investor,” kata Prof Nurdin Abdullah, di Rujab Gubernur Sulsel, Kamis 3 September 2020.
Sementara itu, Presiden Direktur PT. Kencana Hijau Binalestari, Effendy Tios mengaku, Gubernur Sulsel sangat mensupport penuh dirinya untuk berinvestasi di Sulsel. Apalagi getah pohon pinus ini akan diolah menjadi Gondorukem dan terpentin.
“Kita rencanakan investasi di Sulsel untuk bangun pabrik bahan bakunya adalah getah pinus saat sekarang kita sudah ada pabrik di Aceh, sama di Sulbar. Bahan baku getah pinus produksinya gondorukem sama terpentin,” ungkapnya.
Menurut, Effendy, sekarang sementara melakukan pemeriksaan potensi getah pinus yang ada di Kabupaten Gowa untuk dibangunkan satu pabriknya.
Saat sekarang di Sulsel baru, kita rencana bangun satu di Gowa kita periksa dulu potensinya getah pinus akan menghasilkan income bagi daerah yang cukup besar yakni Rp 1000 perkilogram getah pinus, bila berhasil memperoleh 20000 ton pertahun maka akan mendapatkan income sebanyak Rp 20 miliar pertahun.
“Tadi saya minta dukungan dari bapak Gubernur sebagai investasi. Pak Gubernur akan support penuh karena investor akan mendatangkan tenaga kerja, mendatangkan igkam pemerintah Sulsel dan mendapatkan pajak untuk negara. Kita harap kita bisa dapat 1 ton, 20000 ton pertahun, sekarang pajaknya pemerintah Rp 1000 per satu kilo. Kalau 20000 ton bisa dapat income Rp 20 miliar pertahun,” jelasnya.
Untuk kebutuhan tenaga kerja sendiri tergantung berapa besar hasil getah pinus dan besar olahannya. Apalagi hampir semua pabrik memiliki kelas masing-masing.
“Tergantung kelas-kelasnya nanti tapi itu semua tergantung kembali berapa banyak getah pinusnya,” tutupnya.



