25 C
Makassar
Saturday, February 21, 2026
HomeHukrimMahasiswa UINAM Jadi Korban Pengeroyokan OTK

Mahasiswa UINAM Jadi Korban Pengeroyokan OTK

PenulisWidyawan
- Advertisement -

GOWA, SULSELEKSPRES.COM – Salah seorang mahasiswa UIN Alauddin Makassar (UINAM) Akbar (22) menjadi korban pengeroyokan membabi buta di Bundaran Samata, Gowa, Selasa (3/11/2020) dini hari.

Akibatnya, Akbar mengalami luka, juga lebam di sekujur tubuhnya dan sempat tidak sadarkan diri hingga dilarikan ke rumah sakit.

Akbar menceritakan, kejadian tersebut berawal saat sepupunya bernama Mardianto (22) dari arah Antang, Kota Makassar hendak menuju ke Pattallassang, Gowa. Tiba-tiba datang orang tak dikenal mengendari 3 motor langsung menghadang Mardianto.

“Tiba-tiba sepupuku ditahan dan dipukul secara membabi buta tapi lompat ki. Kemudian dihadang lagi di depan Pertamina baru dipukuli secara membabi buta. Tapi ada satu orang yang mengamankan Mardi kemudian disuruh pergi,” kata Akbar, Selasa (3/11/2020).

Namun, motor Mardi tertinggal di sekitaran Bundaran Samata. Saat itu, Mardi menghubungi dirinya (Akbar) dan minta dijemput untuk melapor ke Polsek Somba Opu.

“Setelah sampai di Polsek Somba Opu, aparat menyuruh untuk visum dulu baru melapor, kemudian saya dan Mardi bersama delapan orang rekannya kembali mengambil motor di warung tersebut takutnya motor jadi sasaran,” jelasnya.

Setibanya di TKP, Akbar dan sembilan orang rekannya bertanya ke pemuda di TKP terkait siapa yang memukul sepupunya tersebut.

“Di situ tidak ada yang mengaku, pas teman-teman berbalik badan diserang dengan mengunakan busur dan badik. Temanku lari semua, saya mami yang tinggal. Seingatku saya dipukuli batu dan balok hingga tak sadarkan diri,” jelasnya.

“Tidak cuma memukul, dia juga ambil HP 3 sama tas 2. Itu tas isinya HP ku dan HP nya dua temanku. Enam motor dirusak sama pelaku yang berjumlah sekitar 10 orang lebih,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan yang dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya masih melengkapi soal kelengkapan administrasi.

“Masih melengkapi administrasi penyidikannya. Berikan kesempatan penyidik untuk menyelidiki kemudian menyiapkan administrasi penyidikan,” jelasnya.

Ia mengatakan, laporan tersebut baru masuk tanggal pada 3 November hari ini dan masih dalam proses.

“Ya masalah itu nanti ditunggu pak, tunggu dulu penyelidikan, ini kan baru dilaporkan ndak mungkin ada langsung perkembangan,” pungkasnya.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img