BONE, SULSELEKSPRES.COM – Semua masjid di Bone dibuka untuk pelaksanaan shalat idulfitri 1442 Hijriah/2021 Masehi. Termasuk jemaah dipersilahkan untuk menggelar shalat Iād di lapangan.
Hal ini sesuai arahan dari Plt. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, menyarankan agar pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H memilih tempat yang lapang, atau di lapangan terbuka.
Maka, Bupati Bone, HA Fahsar Mahdin Padjalangi bersama pejabat Kabupaten Bone dijadwalkan melaksanakan salat idulfitri di Lapangan Merdeka.
di Lapangan Merdeka. Jalan Petta Ponggawae.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Bone, Andi Saharuddin mengatakan Insyaallah Bapak Bupati bersama pejabat lainnya dijadwalkan melaksanakan salat ied di Lapangan Merdeka.
Lebih lanjut dijelaskan A Saharuddin bahwasanya Lapangan Merdeka dijadikan sebagai pusat pelaksanaan salat idulfitri. Selain itu, masjid-masjid juga tetap di buka untuk melaksanakan salat idulfitri.
Hal ini sesuai arahan Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman membolehkan salat idulfitri di lapangan bagi daerah yang bukan zona merah.
Menurut, mantan Camat Tanete Riattang, pihaknya sementara mempersiapkan pelaksanaan salat idulfitri sesuai protokol kesehatan.
“Pada pelaksanaan shalat ied ini kita persiapkan semuanya, tahun lalu kan tidak ada pelaksanaan salat idulfitri, jadi tahun ini diusahakan ada, namun tetap mematuhi prokes,” ujarnya.
Kata A Saharuddin menerangkan, untuk imam salat idulfitri di Lapangan Merdeka yakni imam Masjid Al Mujahidin Taufik.
Sedangkan khatib salat idulfitri, Kepala Kantor Kementerian Agama Bone, Wahyuddin Hakim.
Adapun tema yang diusung pada pelaksanaan salat idulfitri yakni Kemenangan dengan Kerendahan Hati dan Jiwa yang Bersih di Masa Pandemi.
“Tema ini sudah diajukan ke Pak Bupati. Jika tidak ada perubahan, tema tersebut sebagai tema khutbah,” terang A Saharuddin.
Ia pun menambahkan, nantinya akan ada petugas dari institusi Kepolisian, Satpol-PP Bone serta anggota pramuka yang berjaga disetiap pintu memasuki Lapangan Merdeka.
“Nantinya akan ada petugas yang berjaga disetiap pintu masuk, kemungkinan ada delapan orang berjaga ini bertujuan untuk memastikan jemaah yang datang mematuhi protokol kesehatan,” tambahnya.
Selain itu, lanjut kata Dia, para jemaah juga diwajibkan memakai masker. Bagi yang tidak memakai masker akan dibagikan masker oleh petugas. Selanjutnya, tempat cuci tangan dan handsanitizer pun tetap disediakan. Jarak antar jemaah diatur sekira satu meter.
“Nantinya ada juga petugas yang memantau dan mengimbau jemaah jika ada yang tidak mengatur jarak dan melepas maskernya,” sambungnya.
“Apabila Lapangan Merdeka, tidak memungkinkan untuk dilaksanakan, Masjid Agung Al Ma’arif menjadi alternatif.
Diketahui, sesuai edaran dari Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman pelaksanaan Shalat Idul Fitri tahun ini harus mempertimbangkan perkembangan kasus dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 setempat dan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, mengingat masih dalam kondisi pandemi COVID-19.
āShalat Ied memang sunnahnya lebih utama di lapangan, ini juga bagus untuk menerapkan protokoler kesehatan karena lebih terbuka,ā kata Andi Sudirman.
Apalagi saat Shalat Ied berpotensi terjadi kerumunan jika di masjid. Sementara dianjurkan untuk menjaga protokol kesehatan, misalnya menjaga jarak, dan membatasi jumlah jamaah.
Dengan memilih lokasi yang lapang, maka akan lebih mudah dalam pelaksanaan protokol kesehatan dengan menjaga jarak.
āKami meminta agar ada petugas yang disiapkan dalam penegakan protokol kesehatan. Hal ini juga upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19,ā ucapnya.
Kepada masyarakat, terus diimbau agar lebih disiplin dalam mengikuti anjuran protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran COVID-19.
Sebelumnya, Andi Sudirman Sulaiman juga memberikan lampu hijau pada pelaksanaan Shalat Tarawih secara berjamaah diperbolehkan pada Ramadhan tahun ini, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. (*)
Laporan: Yusnadi



