28 C
Makassar
Saturday, February 14, 2026
HomeRagamLindungi Data Pribadi dan Perbanyak Informasi Sebelum Bertransaksi Digital

Lindungi Data Pribadi dan Perbanyak Informasi Sebelum Bertransaksi Digital

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 6 Agustus 2021 di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Tips dan Trik Menghindari Kejahatan di Ruang Digital”.

Program kali ini menghadirkan 731 peserta dan empat narasumber, yaitu Senior Manager Public Policy and Government Relations Gojek, Mohammad Khomeiny; creative event, Haslan; dosen Universitas Bengkulu dan Japelidi, Lisa Adhrianti; serta pengusaha & kreator konten, Kevin Horax. Adapun sebagai moderator adalah communication specialist, Febrina Stevani. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Pemateri pertama adalah Mohammad Khomeiny yang membawakan tema “Aplikasi Dompet Digital Aman Terpercaya”. Menurut dia, dalam memilih dompet digital sebaiknya perhatikan reputasi dan pelayanan yang telah diberikan. “Hal ini agar dapat melakukan transaksi digital secara aman, nyaman, dan selalu berhati-hati,” katanya.

Berikutnya, Kevin Horax menyampaikan materi “Etika dan Peraturan yang Berlaku untuk Transaksi Digital”. Kevin menekankan pentingnya memahami aturan, etika, dan hal-hal yang perlu dipelajari sebelum bertransaksi digital. “Mencari informasi lebih banyak itu lebih baik daripada uang tidak kembali ketika bertemu toko daring yang membahayakan,” tegasnya.

Sebagai pemateri ketiga, Haslan membawakan tema “Etika Pelayanan dalam Berbisnis Digital”. Menurut dia, etika pelayanan dalam bisnis digital sangat penting untuk membangun citra diri yang positif. “Ucapkan terima kasih kepada pelanggan atas masukan maupun kritikan. Sebagai penjual produk atau jasa, kritikan membuat kita tahu kesalahan agar bisa diperbaiki,” tuturnya.

Pemateri terakhir, Lisa Adhrianti, menyampaikan tema “Waspada Keamanan Media Online”. Ia menyatakan, keamanan digital tidak hanya untuk mengamankan data, namun juga melindungi data pribadi yang bersifat rahasia. “Pastikan perlindungan data diri pribadi maupun lingkungan terdekat. Jangan pernah menyebarkan data pribadi yang penting dan krusial,” pesannya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiasme dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

“Apa yang harus dilakukan terkait kasus pencurian data pribadi yang marak terjadi?” tanya Adeleida Paath, salah satu peserta kegiatan Literasi Digital di Polewali Mandar. Lisa Adhrianti mengatakan, langkah pertama adalah memblokir, mengatur ulang PIN, dan kode sandi aplikasi tersebut. “Laporkan ke OJK atau laman yang sudah difasilitasi pemerintah yaitu www.lapor.go.id agar ditindaklanjuti,” terangnya.

(*)

spot_img

Headline

spot_img
spot_img