MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Empat petinggi Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) hadiri acara konferensi perdamaian di Korea Selatan, Minggu (15/9/2019).
Konferensi, tersebut bertempat di Seoul Korea Selatan selama berlangsungnya konferensi internasional tentang World Alliance for Religius Peace (WARP).
Wakor Kopertais Rahim Yunus, mengatakan, konferensi yang dihadiri oleh kurang lebih 150 negara ini berlangsung 16-19 September 2018. Sejumlah tokoh dan pemimpin dunia hadir dalam konferensi ini, baik tokoh agama maupun negara.
“UIN Alauddin mendapat penghargaan dan apresiasi dalam kegiatan ini karena diundang berpartisipasi merumuskan konsep dan roadmap untuk perdamaian dunia dan juga berkesempatan menyampaikan pokok-pokok pikiran,” katanya, melalui rilis yang diterima Sulselekspres.com, Senin (17/9/2019).
Menurutnya, konferensi ini diadakan sebagai respons atas kondisi terkini dunia, yang rawan akan konflik baik karena perbedaan keyakinan, paham, rasa maupun politik.
“Sudah terlalu banyak korban jiwa, raga dan harta benda efek hadirnya konflik di tangan masyarakat. Konferensi ini mengingat kembali pada kita bahwa manusia pada dasarnya dilahirkan atas balutan cinta dan kasih sayang, bukan atas dasar konflik dan kebencian. Karena itu, pada dasarnya manusia harus menikmati lingkungan yang penuh kedamaian itu,” jelasnya.
Selain itu, untuk menjaga kondisi itulah, maka konferensi ini diadakan sebagai bentuk konsolidasi untuk menata dunia yg lebih baik dan harmoni.
“Konferensi yang berlangsung selama tiga hari ini diinisiasi oleh organisasi Perdamaian Dunia HWPL (Heavenly Cuture, World Peace, Restoration of Light ) yang, didirikan oleh Mr. Man He Lee, berpusat di Korea Selatan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, hadir sebagai peserta dan pembicara dalam konferensi ini Barsihannor, (Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin), Hj. Gustia Tahir dan Prof Rahim Yunus (Wakor Kopertais).






