GOWA, SULSELEKSPRES.COM – Semalam, pukul 21.00 Wita, Jumat 21 Desember, tembok pembatas kompleks Makam Sultan Hasanuddin diduga jebol dan menimpa rumah warga sekitar di jalan Syech Yusuf 6, kelurahan Katangka, Somba Opu, Gowa. Setidaknya dari insiden ini 4 rumah warga mengalami kerusakan.
Saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga menduga, penyebab robohnya pagar pembatas makam tersebut akibat intensitas curah hujan yang tinggi. Namun, bagaimanapun, pihaknya bakal melakukan penyilidikan mendalam terhadap insiden semalam.
“Hari ini tugas kami melakukan olah TKP. Kami telah lihat papan proyeknya. Tentu saja kami akan dalami sejauh mana quality kontrol dari si pelaksana kerja. Akankah ada akses-akses negatif kepada lingkungan sekitarnya. Ini merupakan tugas penyidik,” pungkas Shinto.
Baca: Bupati Gowa Adnan Ancam Cabut Izin Pedagang yang Lakukan Penimbunan
Sementara itu, dari keterangan yang diperoleh, pemilik rumah yang terkena dampak dari rubuhnya pembatas tersebut, merasa keberatan dan akan mengajukan komplain kepada penanggung jawab.
Adapun identitas pemilik rumah yang mengalami kerusakan adalah, Harto dg Gading (370, Angki Sul Ikram (25), Adnan Ali (31), dan Ahmad dg Bonto (52).

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mengucurkan anggaran sebanyak Rp 2,3 miliar untuk merevitalisasi kompleks Makam Sultan Hasanuddin. Anggaran tersebut juga ditambah dari kucuran dari Pemerintah Pusat sebanyak Rp 2 miliar.
Baca: Akibat Tambang Pasir CPI, Pemakaman di Galesong Terancam Hilang
“Tahun ini kami akan revitalisasi Makam Sultan Hasanuddin, kalau makam Syekh Yusuf hanya kita perbaiki dalamnya saja, nanti kedepan kita ganti karpetnya, ACnya kita kasih dingin, kita percantik saja dulu,” kata Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan beberapa waktu lalu.



