MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD KMHDI) Sulawesi Selatan gelar aksi damai guna menyeruakan pemilu yang damai, di Bawah Jembatan Fly Over, Jl Urip Sumoharjo, Jumat (22/3/2019).
Kordinator Lapangan (Korlap) aksi, kadek arianto menyatakan, aksi damai tersebut merupakan bentuk keprihatinan Mahasisiwa Hindu terhadap wajah kontestasi pemilu yang saat ini yang jauh dari semangat Pancasila dan UUD 1945 .
BACA: Pelangggaran Pemilu, Bawaslu Siap Ambil Alih Semua Risiko
“Upaya memenangkan pemilu itu sendiri sudah tidak mengedepankan pendidikan politik bagi masyarakat sehingga berdampak pada ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemilu yang di tandai dengan meningkatnya angka Golput pada setiap pemilihan umum,” sebutnya.
Sementara, dalam aksi tersebut Ketua PD KMHDI sulawesi selatan wayan budi arsana juga menyatakan sikap KMHDI dalam menyukseskan pemilu 2019 ini, diantaranya;
1. Kembali ke demokrasi kerakyatan yang berdasarkan pancasila
2. Pemilu harus mendorong rakyat untuk cerdas dalam berpolitik, esensi pemilu sepenuhnya untuk kepentingan rakyat bukan kerabat apalagi korporat
3. Menghimbau kepada rakyat untuk mengedepankan kepentingan bersama ketimbang larut dalam konflik beda pilihan
4. Mendorong kepolisian republik indonesia untuk lebih mengantisipasi konflik horizontal antar masyarakat sebagai imbas dari pemilu, baik sebelum , saat pelaksanaan maupun sesudah pelaksanaan pemilu.
5. Mendorong pelaksanaan pemilu damai, tanpa politik uang dan sara dan menjaga persatuan dan kesatuan nasional.



