SULSELEKSPRES.COM – Partai Demokrat tak terima ketua umumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diserang Kivlan Zen dengan sebutan licik.
Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon meminta Kivlan untuk berkaca lagi. SBY disebut tidak pernah menjadi murid seperti klaim Kivlan.
“Coba Kivlan apalah, berkaca lagi ke dirinyalah. SBY itu nggak pernah jadi muridnya Kivlan Zen. Kivlan Zen tidak lebih pintar dari SBY. Kalau sudah lebih pintar, Kivlan itu sudah jadi presiden dia, bintangnya sudah 4,” ujar Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon kepada wartawan, Kamis (9/5/2019) dikutip dari Detikcom.
“Coba lihat dulu bintangnya itu berapa biji, begitu,” kata dia.
Jansen pun bingung mengapa Kivlan menyerang Demokrat. “Kenapa kok Kivlan nyerang Demokrat. Harusnya yang dia serang itu setan gundul yang memberi masukan ke Prabowo. Tidak mungkin Prabowo menang 62%, termasuk Pak Jokowi gitu,” ucap Jansen.
Sebelumnya, Kivlan Zen menyebut SBY licik karena dianggapnya tidak ingin Prabowo menjadi capres. Kivlan juga menyebut SBY sebagai juniornya di TNI.
“Orang Partai Demokrat nggak jelas kelaminnya, SBY nggak jelas kelaminnya, dia mau mencopot Prabowo supaya jangan jadi calon presiden dengan gayanya segala macam cara,” beber Kivlan.
“Dia saya tahu sifatnya mereka ini saling bersaing antara Prabowo dan SBY. Dia tak ingin ada jenderal lain yang jadi presiden, dia ingin dirinya sendiri dan dia orangnya licik. Sampaikan saja bahwa SBY licik. Dia junior saya, saya yang mendidik dia, saya tahu dia orangnya licik, dia mendukung 01 waktu menang di tahun 2014,” pungkas Kivlan.



