SULSELEKSPRES.COM – Mayat seorang wanita positif mengidap penyakit HIV ditemukan di danau oleh masyarakat, tepatnya di daerah Karnataka, India.
Pemerintah terpaksa menguras air seisi danau yang berukuran cukup besar tersebut karena desakan masyarakat setempat. Masyarakat khawatir jika air danau sudah tercemar oleh virus HIV.
Pakar kesehatan menyebutkan, bahwa penularan HIV tidak bisa melalui air, apalagi air danau.
BACA: KPA Ajak Warga Kurangi Penyebaran HIV/ AIDS
Penularan dari salah satu penyakit paling mengerikan di dunia ini biasanya melalui hubungan seksual dengan orang yang sudah terinfeksi, ibu hamil ke anaknya, dan melalui ASI.
“Kami sudah berusaha meyakinkan warga kalau airnya tidak akan menyebabkan penularan HIV. Kami bahkan sudah berjanji akan melakukan pemeriksaan pada air danau sehingga bisa dilihat hasilnya oleh masyarakat. Tapi mereka tidak peduli dan ketakutan untuk mendekati danau,” ungkap Naveen Hulur, petugas kesehatan setempat sebagaimana dilansir dari Reuters dalam laman doktersehat.
BACA: Profesor Ini Klaim Bayi Hasil Rekayasa Genetik Ciptaannya Kebal HIV
Danau tetap dikuras
Danau yang berlokasi di Desa Morab ini berada di jarak 440 km dari ibu kota New Delhi. Luas dari danau ini mencapai 13 hektar.
Air danau ini digunakan sebagai sumber air irigasi pertanian yang digunakan oleh sekitar 10 ribu orang. Proses pengurasan air danau membutuhkan waktu 4 hari. Setelahnya, danau diisi kembali oleh aliran air dari sungai sekitarnya.
Penularan HIV yang tidak terduga
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, penularan HIV biasanya disebabkan oleh gaya hidup seks bebas atau melalui pengunaan jarum suntik bergantian sebagaimana yang sering dilakukan oleh para pecandu narkoba, namun menurut pakar kesehatan, ada hal lain yang tidak terduga namun bisa menyebabkan penularan HIV.



