25 C
Makassar
Wednesday, February 4, 2026
HomePolitikArief Puyono: Untung Demokrat Tidak Jadi Gelandangan

Arief Puyono: Untung Demokrat Tidak Jadi Gelandangan

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Aksi saling serang Partai Gerindra dan Demokrat terus berlanjut.

Terbaru, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Arief Puyono membalas sindiran Demokrat yang menyebut dirinya bukanlah orang penting. Dia menyindir balik lewat klaim kalau dirinyalah yang tetlibat menolak dijadikannya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres Prabowo Subianto.

“Tahu apa kader Demokrat tentang saya di Gerindra. Wong AHY saja bisa saya check out dari cawapresnya Prabowo kok,” ujar Arief Poyuono dikutip dari detikcom, Senin (13/5/2019).

BACA: Demokrat Salahkan Prabowo, PKS: Tiap Partai Punya Strategi Pileg

Seperti banyak diberitakan, nama AHY sempat digadang-gadang akan menjadi Cawaprws pendamping Prabowo. Namun belakangan berubah, dan posisi itu ditempati Sandiaga Uno.

“Untung aja Demokrat nggak jadi gelandangan di Pilpres 2019 alias diterima untuk mengusung capres-cawapres. Kalau nggak, jadi gelandangan kayak Aswatama di Bharatayudha pada tahun 2024 alias nggak boleh ikut pemilu,” katanya.

Arief sendiri tak begitu menyoal soal dirinya yang dianggap bukan orang oenting dibarisan Prabowo-Sandi.

BACA: Demokrat-Gerindra Terus Memanas, Ruhut: Seperti Lagu Dangdut

“Lah memang saya bukan orang penting di Gerindra. Memang kenapa kalau bukan orang penting? Masalah bagi Demokrat? Saya cuma punya kepentingan Prabowo-Sandi menang aja,” kata Poyuono.

“Makanya monggo Demokrat keluar dari Koalisi Adil Makmur segera,” tegas Poyuono.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan Poyuono bukan orang penting di Gerindra atau Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Ini lantaran Poyouno disebut tak pernah ada di Rumah Kertanegara.

“Kami juga tahu ya, Arief ya gitu-gitu, karena saya tidak pernah melihat Arief di Kertanegara (rumah Prabowo) selama proses pemilu sebagai elite Gerindra yang memperjuangkan Prabowo. Jadi saya rasa dia bukan siapa-siapa di sana,” ungkap Ferdinand.

(*)

spot_img

Headline

spot_img
spot_img