“Kami sempat mendengar ia teriak beberapa kali. Teriakan kedua dan ketiga itu terdengar seperti orang _mengedan_,” kata dr. Irda Yulianti Dahri, salah seorang anggota tim medis.
BACA: Ibu Buang Bayi Dengan Cara Menyiram Ke Luar Selokan
Selain itu, Tim medis juga mendengar suara air yang diguyur berulang kali dari dalam kamar mandi yang tertutup rapat.
“Setelah lebih tiga puluh menit menunggu, kami mulai berpikir untuk mendobrak pintu karena menurut kami ini hal yang tidak lazim. Tetapi tiba-tiba ia keluar dari dalam kamar mandi dalam kondisi basah kuyup. Ia kelihatan lelah dan ada bercak-bercak darah,” lanjut Irda.
Sesaat IRF keluar, tim medis kemudian masuk ke toilet untuk memeriksa. “Kami sebenarnya curiga ada sesuatu, mungkin pendarahan atau keguguran. Tetapi kami tidak menemukan apapun di dalam kamar mandi,” kata Risnawati, salah seorang anggota Tim Medis.
Sementara itu, IRF ingin kembali ke ruangan untuk melanjutkan ujian. Namun tidak diperbolehkan tim medis, karena kondisi kesehatannya tampak sangat tidak memungkinkan. Ia lalu dipaksa ke rumah sakit, namun IRF kembali menolak.
Tim medis, lanjut Ishaq, menegaskan ia hanya boleh kembali ke ruang ujian jika sudah diperiksa oleh dokter di rumah sakit. Akhirnya, setelah pasrah, IRF bersedia untuk dibawa ke Rumah Sakit Pendidikan Unhas dengan menggunakan ambulans.



