MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Alzheimer adalah masalah kesehatan yang ditandai dengan penurunan daya ingat dan kemampuan berpikir serta berbicara. Saat fase awal, gejala penyakit Alzheimer adalah mudah lupa, baik itu lupa akan nama tempat maupun mengenai hal yang sepele. Salah satu cara agar terhindar dari penyakit ini dengan menjaga pola tidur yang baik.
Ketika tidur, otak akan memperbaiki sel-selnya yang sudah bekerja selama satu hari penuh. Jika seseorang kurang tidur dan sering begadang, perbaikan sel pada otak tidak akan berlangsung optimal sehingga memungkinkan munculnya plak-plak yang menyebabkan penyakit Alzheimer.
Jika penyakit ini berkembang semakin parah, gejala yang muncul pun semakin meningkat, bahkan gejala terburuk adalah pengidap mengalami delusi dan halusinasi.
Kurang tidur karena terlalu sering begadang akan memicu dampak negatif pada kesehatan, baik fisik maupun mental. Selain pola tidur menjadi berantakan, kamu juga akan rentan mengalami hipertensi dan obesitas.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam JAMA Neurology ternyata turut mengungkapkan bahwa kurang tidur juga bisa membuat otak menjadi kacau dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit Alzheimer.
Studi ini dilakukan oleh para peneliti yang berasal dari Radboud University Medical Center di Nijmegen, Belanda. Sebanyak 26 pria berusia paruh baya menjadi partisipan dalam studi tersebut. Semuanya diminta untuk begadang selama semalam, lalu dilakukan analisis terhadap kadar protein yang disebut amyloid beta yang terdapat dalam otak para partisipan.
Amyloid beta merupakan sejenis protein yang memegang peran terhadap terjadinya penyakit Alzheimer. Semakin tinggi kadar protein ini dalam otak, tentu akan semakin tinggi juga risiko seseorang mengidap penyakit ini. Hasil studi menyebutkan, hal paling sederhana, seperti tidur yang tidak nyenyak bisa membuat kadar amyloid pada otak meningkat. Sementara pada orang-orang yang begadang, kadarnya naik hingga sebesar 6 persen.
Apabila kebiasaan buruk ini terus dilanjutkan, kadar amyloid beta yang terdapat pada otak bisa mengalami pengendapan hingga mengakibatkan proses rekam memori menjadi terganggu. Akhirnya, seseorang bisa mengalami lupa alias pikun. Masalah yang terjadi pada memori otak ini juga sangat mungkin menjadi pemicu munculnya gangguan kesehatan lainnya, seperti gangguan kepribadian dan masalah pada pengambilan keputusan yang keduanya merupakan tanda umum Alzheimer.
Namun, para peneliti juga mendapati bahwa kadar amyloid beta bisa mengalami penurunan apabila seseorang memiliki kualitas tidur yang baik, juga waktu tidur malam yang cukup. Oleh karena itu, para peneliti berujar bahwa kualitas tidur memang memegang peranan paling penting terhadap kondisi kesehatan otak.
Jadi, mulai sekarang sebaiknya kamu mengurangi begadang, apalagi jika tidak ada alasan khusus mengapa kamu melakukannya. Dapatkan waktu istirahat cukup, dan pastikan tidurmu nyenyak sehingga kamu bisa terbangun keesokan harinya dengan tubuh yang lebih segar dan suasana hati serta pikiran yang lebih baik.
Namun, jika masalah tidur ini sulit diatasi, kamu bisa menanyakan pada pakarnya bagaimana cara yang tepat menanganinya.



