SULSELEKSPRES.COM – Beberapa kucing membawa parasit yang disebut Toxoplasma gondii. Kucing yang terinfeksi melepaskan embrio T. gondii yang disebut oocysts dalam kotorannya.
Oocysts mudah ditularkan pada manusia dan beberapa peneliti telah menyelidiki kaitannya dengan berbagai masalah kesehatan mental, termasuk skizofrenia.
Dilansir dari DokterSehat, sebuah penelitian terhadap anak usia sekolah menunjukkan korelasi antara hasil tes positif untuk T. gondii dan kesulitan belajar di sekolah.
Sementara menurut Centers for Disease Control and Prevention, parasit ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih akut pada bayi baru lahir dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah.
Meski begitu, beberapa peneliti menduga bahwa T. gondii mungkin tidak menyebabkan penyakit mental dengan sendirinya, tetapi berinteraksi dengan varian genetik yang membuat beberapa orang lebih rentan. T. gondii membentuk kista di dalam neuron manusia.
BACA JUGA: Siswa SD di Kendari Bisa Racik Narkoba dari Kotoran Sapi
Pada orang dengan HIV atau seseorang yang memiliki kondisi sistem kekebalan yang lemah lainnya, kista dapat tumbuh dan berkembang biak, menyebabkan peradangan otak yang mematikan, demensia, dan psikosis.
Meskipun para ilmuwan telah lama berasumsi bahwa kista tidak berbahaya pada orang sehat, semakin banyak data yang menunjukkan bahwa infeksi T. gondii dapat mengubah kepribadian dan meningkatkan kemungkinan mengembangkan skizofrenia dan penyakit mental lainnya.
Bahkan tanpa menginfeksi otak secara langsung, infeksi T. gondii kronis dapat meningkatkan peradangan, dan peradangan telah dikaitkan dengan gangguan mental seperti skizofrenia, autisme, dan penyakit Alzheimer.
Pada akhirnya, bahaya kotoran kucing membuat T. gondii masuk ke dalam faktor lingkungan yang meningkatkan risiko skizofrenia dengan jumlah yang kecil tapi dapat diukur, seperti infeksi perinatal dan status sosial ekonomi.



