MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Hidup Reinaldi Sabir (30) berakhir ditangan massa yang mencegatnya, setelah kepergok membegal warga di jalan Tamalanrea Makassar.
Sebelum diamuk massa, Reinaldi bersama rekannya, Randyka dikejar warga hingga di depan Markas Batalyon Kavaleri 10/Mendagiri, jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar. Di situ lah, jadi tempat terakhir Reinaldi membuka matanya.
“Setelah diamuk massa, kemudian pelaku diamankan di pos Kaveleri oleh anggota Kaveleri. Selanjutnya, anggota dari Kaveleri mengantar pelaku ke Polsek Tamalanrea,” kata Kapolsek Tamalanrea, Kompol Syamsul Bachtiar, kepada Sulselekspres.com, Rabu (26/6/2019).
BACA: Napi Lapas Makassar Ditangkap di Luwu Timur Setelah Kabur Sejak 2017
Meski sempat diselamatkan, Reinaldi juga Randyka sudah terlanjur terluka parah dan mengeluarkan banyak darah. Karena itu, pihak Polsek Tamalanrea lalu membawa keduanya ke Rumah Sakit (RS) Wahidin Sudirohusodo untuk menerima penanganan medis.
Reinaldi kata Syamsul, tidak bernasib sama dengan Randyka. Ia mesti menjalani perawatan intensif hingga tiga hari akibat luka yang ia derita cukup parah.
BACA: Usai Ramadan, Volume Anjal dan Gepeng Kota Makassar Mulai Berkurang
“Selang tiga hari kemudian, Selasa, 25 Juni 2019, sekira pukul 19.05 Wita. Korban, Reinaldi dinyatakan meninggal dunia di RS Wahidin Sudirohusodo,” kata Syamsul.
Kata Syamsul, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi. Pihak keluarga mendiang, minta agar jazad Reinaldi dipulangkan.
Sementara itu, Randyka sampai saat ini telah diamankan di Polsek Tamalanrea guna menjalani hukum lebih lanjut.
Penulis: Agus Mawan



