23 C
Makassar
Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaHukrimBegini Kronologi Bentrok Ojol Vs Jukir di Makassar

Begini Kronologi Bentrok Ojol Vs Jukir di Makassar

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Sekiranya ada puluhan hingga mencapai ratusan pengendara ojek online (Ojol) memadati Kantor Mapolsek Panakukang, Jl. Pengayoman Makassar, Senin (13/5/2019) Malam.

Sebab berkumpulnya para Ojol di depan kantor Mapolsek Panakukang, karena salah seorang Ojol ternyata telah menjadi korban pemukulan dari salah seorang yang diketahui pelaku tersebut merupakan salah satu tukang parkir di Terowongan Mall Panakukang.

Adalah Risal Hasbullah yang menjadi saksi sekaligus penolong bagi korban, yang telah melihat kejadian tersebut.

“Saat itu saya sudah ingin pulang, nah ketika saya lewat didepan terowongan, saya liat mi ada driver di pukuli. Dia ternyata seorang single fighter (Tidak Bergabung dalam Komunitas),” pengakuan Hasbullah kepada Sulselekspres.com, Senin (13/5/2019).

Hasbullah yang juga merupakan Kordinator Lapangan (Korlap) dari Komunitas Grab Phinisi Community (Graphic) mengaku, melihat kejadian tersebut, langsung menunjukkan sikap solidaritasnya sebagai sesama pengendara Ojol.

“Nah kita ini kan para driver, pasti solid ki. saat saya liat, dia pukuli pake helem dengan balok balok. saat saya coba ambil baloknya, ternyata baloknya lari kesamping hingga kenna matanya,” tukas Risal.

Usai melakukan penolongan terhadap korban, Risal bersama salah seorang yang juga merupakan pengendara Ojol, langsung menuju Polsek Panakukang.

“Setelah itu, saya arahkan untuk melapor ke polsek panakukang saat di polsek, teman teman yang lain datang mendampingi. nah, akhirnya ada keluar surat pengantaran visum,” kata Risal.

Hal yang tidak dinginkan kembali terulang. Saat Risal bersama para Ojol hendak mengantarkan surat Visum dari kepolisian ke Rumah Sakit (RS) Hermina [Tempat Korban dilarikan], Risal bersama rekan rekannya kembali diserang oleh oknum tukang parkir.

“Nah saat kita mau antar visum di hermina, kita lewat lagi di depan trowongan [Lokas TKP]. Nah kembali lagi kita dilempari batu,” ujarnya.

“kami sepuluh orang mau ke hermina. kemudian kami memutar, lalu parkir. Eh mereka [yang melempar batu] masuk ke MP,” sambung Risal.

Namun, saat Risal bersama rekannya hendak masuk ke MP, Risal mengatakan pihak keamanan MP melarangnya untuk masuk kedalam.

“Saat kami coba masuk ke MP, ternyata phak kemamanan MP seakan akan melarang kami untuk masuk,” tutur Risal.

Sementara, salah satu pengendara Ojol yang tidak ingin menyebutkan namanya, mengatakan kejadian ini merupakan salah satu kejadian yang merugikan pihak ojek online.

“Peristiwa ini sangat merugikan kami,  bagaimana tidak, hal ini bisa menjadi kesenjangan antara kami dengan tukang parkir,” ujarnya.

“Contohnya, ketika kami dapat orderan, dan ternyata yang mengorder itu adalah pihak yang ingin melakukan balas dendam. nah hal ini yang membuat kami was was,” sambung dia.

Dia berharap, dalam kejadian ini, pelaku pemukulan dan pelaku yang melempar batu tersebut, bisa segera didapat oleh pihak kepolisian.

“Kami harap, pelaku bisa ditemukan, agar kalau kami ini dari Ojek Online, tidak lagi was was, saat kami dapat orderan di daerah tersebut,” tutupnya.

Penulis : Efrat Syafaat Siregar 

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Headline