MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit sejauh ini turut ambil bagian dalam mencari solusi terkait pengelolaan limbah kelapa sawit.
Setelah menjadi negara dengan jumlah lahan sawit terbesar di dunia, Indonesia memang kerap dihampiri berbagai macam persoalan limbah sawit yang tidak dikelola secara benar.
Tidak main-main, dari total sekitar 19 juta hektare lahan sawit yang ada di duni, 14 juta hektarnya ada di Indonesia. Hal itulah yang menyebabkan polemik pengelolaan limbah kerap muncul.
Keseriusan yang ditunjukkan oleh BPDP dalam membantu menangani limbah ini sudah dimulai dengan melakukan kajian akademik dan upaya-upaya lainnya yang dilakukan di berbagai Perguruan Tinggi ternama.
Bahkan saat ini BPDP tengah mengutus tiga orang profesor ke Jepang, khusus untuk mengkaji pengelolaan limbah kelapa sawit, yang nantinya dapat digunakan untuk pembangkit listrik tenaga Bio Gas.
“Memang di beberapa daerah pengelolaan limbah sawit belum maksimal. Tetapi kami siap membantu untuk menuntaskan persoalan tersebut,” ujar Kepala Divisi Perusahaan BPDP Kelapa Sawit, Achmad Maulizal Sutawijaya.
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Mauli tersebut menuturkan, bahwa di salah satu daerah di Indonesia, sudah ada yang berhasil mengelola limbah sawit menjadi pembangkit listrik, setidaknya cukup digunakan untuk warga di lima kampung.
“Jadi di Jambi kalau tidak salah, itu pengelolaan limbahnya sudah bagus. Itu limbah sawit dimanfaatkan jadi tenaga pembangkit listrik. Setidaknya cukuplah untuk menutupi kebutuhan listrik lima kampung,” lanjutnya, Sabtu (5/10/2019) siang.
“Sekarang kita sedang utus profesor ke Jepang. Itu untuk mengkaji lebih jauh soal limbah sawit ini. Kami utus tiga profesor, dan tentu nanti hasilnya akan kita kembangkan di negara kita,” ujarnya dalam sesi konferensi pers di sela-sela agenda Makassar Amazing Race Sawit Hunt 2019.
Penulis : Widyawan Setiadi



