29 C
Makassar
Wednesday, March 25, 2026
HomeHealthCara Mengatasi Mental Burnout Saat Pandemi

Cara Mengatasi Mental Burnout Saat Pandemi

- Advertisement -

 

SULSELEKSPRES.COM – Menjalani rutinitas tidak menutup kemungkinan akan berdampak pada psikis. Sadar atau tidak, beban itu akan menumpuk jika tidak segera ditangani. Salah satu yang bisa menyerang mental, yakni Burnout.

Burnout adalah seperti yang diketahui adalah sindrom yang berkembang sebagai respons dari kondisi kerja yang merugikan secara kronis. Masalah ini dapat menyebabkan seseorang mengalami kelelahan emosional, depersonalisasi, dan pencapaian pribadi yang kurang karena tekanan yang terus dirasakan. Faktanya, burnout memang sulit dipisahkan dari depresi karena gejalanya yang saling berkaitan.

Kenali Tanda-tandanya
Mental burnout seringkali terjadi secara bertahap, sehingga kamu mungkin tidak segera menyadari gejalanya. Namun, ketika kondisi tersebut terjadi, hal itu bisa memengaruhi kemampuan kamu berfungsi di semua aspek kehidupan.

Menyadari tanda-tanda mental burnout penting sebagai langkah awal pemulihan. Berikut ini tanda-tandanya, dilansir dari halodoc.com:

Perasaan gagal dan meragukan kemampuan diri sendiri.
Merasa tidak berdaya, terjebak, dan kalah.
Merasa sendirian di dunia.
Kehilangan motivasi.
Cara pandang semakin sinis dan negatif.
Menurunnya kepuasan dan rasa pencapaian.
Cari Tahu Sumber Penyebabnya
Sulit untuk mengatasi sesuatu tanpa mengetahui apa penyebabnya. Karena itu, penting untuk mencari tahu faktor atau sumber stres yang menyebabkan kamu mengalami mental burnout agar kamu bisa mengatasinya.

Penyebab mental burnout seringkali berkaitan dengan pekerjaan, misalnya stres karena tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi. Namun, kamu juga bisa mengalami burnout bila:

Memiliki masalah dalam hubungan, terutama yang tampaknya rumit dan tidak ada penyelesaian.
Merawat orang terkasih dengan kondisi kesehatan yang serius atau kronis.
Mencoba melakukan terlalu banyak tanggung jawab juga bisa menciptakan lingkungan yang ideal untuk kejenuhan. Misalnya, kamu adalah orangtua yang bekerja dari rumah. Selain harus memenuhi tuntutan pekerjaan, kamu juga harus mengurus dan menemani anak-anak yang sekolah di rumah, serta mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Tanpa adanya bantuan yang cukup dari orang lain dan kurangnya waktu istirahat, lama-kelamaan kamu bisa mengalami stres yang berujung pada burnout.

Bila stres hanya disebabkan oleh satu faktor, hal itu mungkin bisa dengan mudah diatasi sendiri. Namun, bila ada beberapa faktor penyebab stres, kamu mungkin akan kewalahan bila tidak mendapatkan bantuan atau dukungan.

Segera Lakukan Cara untuk Mengatasinya
Setelah mengetahui sumber mental burnout kamu, kamu mungkin sudah mengetahui beberapa cara untuk mengatasinya segera. Lakukanlah segera!

Misalnya, bila menerima tiga proyek sekaligus menyebabkan kamu bekerja selama berminggu-minggu tanpa bisa memiliki waktu istirahat yang cukup, mintalah supervisor kamu untuk mengurangi jumlah pekerjaan atau meminta tambahan orang ke dalam tim kamu.

Sudah kewalahan dengan pekerjaan tapi tidak enak menolak ajakan teman-teman untuk hangout? Bila waktu kamu sudah habis untuk mengerjakan semua tugas penting yang perlu kamu lakukan, menambah aktivitas mungkin bisa membuat kamu lebih stres dan frustasi. Jadi, pertimbangkanlah untuk membatalkan atau menjadwal ulang beberapa janji temu dengan orang lain.

Berbicara dengan Orang yang Bisa Dipercaya
Melibatkan orang terkasih yang terpercaya bisa membantu kamu mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk mengatasi mental burnout dan agar tidak merasa sendirian. Berbicara dengan sahabat, anggota keluarga, dan rekan kerja memungkinkan kamu untuk bisa bertukar pikiran dengan mereka mengenai solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi burnout.

Berusahalah untuk Mencintai Diri Sendiri
Saat mengalami mental burnout, kamu mungkin akan merasa gagal dan seperti kehilangan tujuan atau arah hidup. Kamu mungkin juga merasa seolah-olah kamu tidak bisa melakukan apa pun dengan benar atau kamu tidak akan pernah mencapai tujuan kamu.

Namun, cobalah untuk memberikan diri sendiri cinta dan dukungan. Ingatkan diri sendiri bahwa kamu tidak harus sempurna dan tidak apa-apa untuk beristirahat.

Perhatikan Kebutuhanmu
Untuk mengatasi burnout, baik fisik maupun mental, kamu perlu mengisi kembali kebutuhan tubuh kamu secara keseluruhan. Idealnya, untuk mengatasi kelelahan, kamu perlu mengambil cuti, mengosongkan jadwal, dan mengkhususkan hari itu untuk beristirahat dan relaksasi. Namun, tidak semua orang bisa melakukan hal itu.

Bila kamu masih harus bekerja, cobalah kiat-kiat berikut ini untuk mengisi ulang kebutuhan tubuh kamu:

Sediakan waktu yang cukup untuk tidur.
Habiskan waktu bersama orang-orang terkasih, tetapi jangan berlebihan. Luangkan waktu sendirian juga penting.
Cobalah berolahraga atau melakukan aktivitas fisik setiap hari.
Konsumsi makanan bergizi dan minum yang cukup agar tetap terhidrasi.
Cobalah untuk meditasi, yoga atau praktik mindfulness lainnya untuk meningkatkan relaksasi.
Ingatlah Apa yang Membuat Bahagia
Burnout yang parah bisa menguras kamu hingga kamu sulit mengingat apa yang dulu kamu nikmati. Kamu mungkin kehilangan gairah untuk kareir yang pernah kamu cintai, tidak lagi peduli dengan hobi favorit kamu, atau merasa kesal terus-menerus dengan pasangan atau anak.

Untuk mengatasi perasaan tersebut, cobalah untuk melakukan kembali hal-hal yang membuat kamu bahagia, seperti:

Jalan-jalan dengan sahabat.
Membawa anak ke taman.
Membaca buku di bak mandi.
Luangkan waktu untuk melakukan kegiatan di atas setiap minggu.

Mengatasi mental burnout bukanlah hal yang mudah. Bila kamu sudah merasa kewalahan dan tidak bisa mengatasi masalah mental ini sendiri, cobalah untuk menemui seorang terapis yang bisa membantu kamu mengatasi mental burnout.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img