Jadi baginya, pemerintah juga harus berpartisipasi langsung menangani soal ini secara konkrit dan tidak hanya sekedar melarang anak-anak tersebut untuk tidak memasuki kawasan TPA.
“Pemerintah kota, bisa melalui dinsos, Dinas P3A juga, dinkes juga untuk memastikan anak-anak dan pemulung yang tinggal di daerah di TPA terhindar dari penyakit karena lingkungannya itu,” Jelasnya.
Rezky juga menegaskan, persoalan anak yang bekerja di TPA juga harus ditunjang dengan perekonomian keluarganya yang baik, sehingga nantinya anak tersebut tidak lagi memilih kawasan itu sebagai sumber nafkah.
“Persoalan anak yang bekerja di tpa itu tidak sekedar selesai ketika anak disuruh berhenti memulung. Perekonomian keluarga juga harus baik, sehingga anak bisa bebas dari beban untuk membantu ekonomi keluarga, jadi mereka bisa sekolah, bisa bermain, dan harus dipastikan juga mereka bisa terhindar dari penyakit karena lingkungannya tadi,” Tutup Rezky.
Menurut Kepala UPTD TPA Antang, Rahim, ia mengaku kerap menyaksikan puluhan anak yang bermukim disekitar kawasannya masuk kedalam lokasi TPA untuk mencari barang loak yang masih bernilai jual.



