SULSELEKSPRES.COM – Masyarakat terus diingatkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat, meskipun saat ini sudah ada penurunan kasus aktif harian Covid-19.
Penyebaran virus mematikan ini dikuatirkan akan kembali naik jika masyarakat mulai abai dalam menjalankan prokes.
“Tetap ingat untuk selalu menjalankan prokes,” kata Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, (23/9/2021).
Dia juga mendorong agar masyarakat menerima vaksin virus corona ini. “Kita lakukan percepatan vaksinasi agar herd imunity cepat tercapai,” kata dia.
Sebelumnya, Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono, memprediksi kalai virus corona di Indonesia bisa kembali memuncak pada awal tahun depan atau paling lambat di bulan Maret 2022.
Puncak gelombang ketiga masih berpotensi terjadi meski Indonesia sudah melewati dua gelombang puncak yakni Desember 2020 dan Juli 2021.
Gelombang ketiga didorong mobilitas masyarakat yang kembali meningkat dan cakupan vaksinasi masih jauh dari 50 persen.
“Gelombang adalah peak atau puncak, kalau menurut saya gelombang yang terjadi di Indonesia adalah puncak bukan wabah, jadi dari pertama sampai sekarang ya wabahnya belum selesai-selesai,” kata Miko dilansir dari detikcom, (21/9/2021).
Meskipun demikian, gelombang ketiga jika terjadi nantinya tak akan melampaui jumlah kasus harian seperti pada dua gelombang puncak sebelumnya.
Jika pada Desember 2020 dan Juli 2021 kasus harian di atas 20 kasus harian, maka pada gelombang ketiga akan lebih rendah.
“Jadi sekarang akan menuju puncak lagi, yaitu puncak ketiga kalau, kemudian gelombang ini, atau puncak ketiga ini, akan menimbulkan puncak yang lebih kecil dari Juni 2021, dan mungkin lebih kecil dari Desember 2020, kasus hariannya tidak akan menyentuh 20 ribu,” jelas Miko.
(yusdin)



