
DANNY Pomanto sebagai petahana bukan tanpa persiapan melawan kekuatan besar dari para calon rivalnya.
Sedikitnya sudah ada Lima parpol menyatakan sikap dukungan terhadapnya. Adalah PPP, PAN, PKS, Perindo, dan Gerindra yang sudah siap mengusung. Kendatipun belum sepenuhnya solid, namun partai ini jika kekuatannya digabung membuat peluang Danny menggapai kursi wali kota Makassar untuk keduakalinya bisa terwujud.
Namun dukungan sejumlah partai ini bukan tanpa konsekuensi, Danny sapaan akrabnya diperhadapkan dengan kegalauan dalam memilih wakil. Setiap partai yang menyatakan sikap dukungan masing-masing menawarkan kadernya untuk dijadikan pendamping.
Ketua Bappilu DPW PPP Sulsel Rizal Syarifuddin, mengaku, sebelumnya PPP membuka pendaftaran kepada sejumlah nama seperti Syamsul Rizal, Yasir AR, Adi Rasyid Ali dan Danny. Namun hanya Danny berhasil mendapatkatan rekomendasi tersebut.
“Kan belum ada wakilnya. Beliau (Danny) ditugaskan untuk mencari wakil. PPP tetap akan mendorong Pak Yasir AR sabagai kader internal PPP untuk mendampingi pak Danny,” ujar Rizal sapaan akrabnya Rizal Syarifuddin, melalui whatsapp nya kepada sulselekspres.com Senin (21/8/) lalu.
Selain itu, ‘bekingan’ terkuat Danny juga dikabarkan berasal dari Partai Demokrat Sulsel. Partai yang juga menjadi pengusung Danny di pilwali lalu. Hanya saja, internal partai berlambang bintang mercy ini belum sepenuhnya flour ke Danny.
Deng Ical yang menjabat sebagai sekretaris Demokrat Sulsel jauh hari sudah mengangkat bendera perlawanan. Namun Danny mendapat ‘bekingan’ kuat lantaran Ketua Demokrat Sulsel, Ni’matullah disebut-sebut berada dibelakangnya. Ulla sapaan Ni’matullah dikabarkan ikut menawarkan nama Adi Rasyid Ali sebagai pendamping Danny di pilwali.
Dukungan banyak partai terhadap Danny merupakan sebuah potensi kekuatan besar yang dibarengi pula dengan resiko yang tak kalah besar. Danny jika melakukan kesalahan dalam memilih wakil bisa saja ditinggalkan oleh partai yang saat ini menjadi benteng pelindungnya.





