MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Calon walikota Makassar nomor urut 3, Syamsu Rizal, memberikan semangat kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan pemuda, agar tidak takut bermimpi setinggi mungkin, teemasuk menjadu walikota.
Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Deng Ical tersebut pada saat dirinya mendapat giliran berkampanye di Maccini Sombala, kota Makassar, Selasa (13/10/2020).
Menurut Deng Ical, mimpi menjadi walikota adalah hak segala bangsa. Mimpi tersebut bisa lahir dari siapa saja, baik dari kalangan orang berada, sampai pada kalangan kelas bawah dan hal itu bisa saja terwujud.
“Jangan karena kita tinggal di Maccini Sombala, bukan dari keluarga orang kaya dan bukan keluarga pejabat, sehingga kita tidak bisa bercita-cita menjadi walikota,” teriak Deng Ical di hadapan warga yang hadir.
Lebih lanjut Deng Ical mengatakan, ia bersama Dokter Fadli akan mendobrak fenomena tersebut. Ia akan membuktikan bahwa mereka yang dari keluarga biasa-biasa saja, bukan anak orang kaya, bukan anak pejabat, juga bisa jadi walikota.
“Karena itu, mari sama-sama berjuang dan bekerja keras untuk membuktikan itu. Kita harus tunjukkan bahwa siapa pun, jika mau bekerja keras bisa mewujudkan mimpinya. Termasuk jadi walikota,” katanya.
Deng Ical mengaku, dirinya sudah membuktikan, dari orang biasa tapi bisa jadi anggota DPRD Makassar. Bisa jadi wakil walikota dan bisa jadi penjabat walikota.
“Sekarang ini kita sedang sama-sama berjuang menjadi walikota,” imbuhnya.
Salah satu yang akan dilakukan untuk membuka peluang bagi mereka yang dari keluarga biasa-biasa saja juga bisa mewujudkan mimpi-mimpinya adalah menghadirkan pemerintahan melalui kebijakan yang prorakyat.
“Tidak boleh orang miskin dibiarkan bersaing dengan orang kaya pada titik star yang sama. Begitu juga anak yang belum pintar dibiarkan bersaing dengan anak pintar pada titik star yang sama. Itu tidak boleh,” tegasnya.
Lebih jauh ia menegaskan, Pemerintah harus hadir. Pemerintah harus melakukan intervensi. Pemerintah harus memberikan keberpihakan. Memberikan affirmative action, sehingga mereka yang belum pintar, mereka yang miskin, sudah kalah duluan sebelum bertanding.
“Itulah gunanya ada pemerintah,” tutupnya.



