28 C
Makassar
Kamis, Mei 19, 2022
BerandaPolitikDeng Ical Ingin Kembalikan Kejayaan Makassar

Deng Ical Ingin Kembalikan Kejayaan Makassar

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Calon walikota Makassar, Syamsu Rizal, mengaku tujuan utamanya maju sebagai calon walikota bukanlah untuk menduduki sebuah jabatan, melainkan jalan untuk mengembalikan kejayaan kota Makassar seperti dulu kala.

Hal itu ia sampaikan pada saat melakoni kampanye di zona 4, yang mencakup kecamatan Mariso, kecamatan Mamajang, juga kecamatan Tamalate.

Kesempatan ini dimanfaatkan Deng Ical berkampanye di sejumlah titik di Kecamatan Tamalate. Di antaranya menemui Patonro Community di Pabaeng-baeng.

Di hadapan warga, Deng Ical menegaskan, menjadi Wali Kota Makassar bukanlah tujuan dirinya dan Dokter Fadli Ananda maju di Pilkada Makassar 2020. Karena tujuan sesungguhnya adalah pengabdian kepada masyarakat Makassar.

“Kita maju dan berjuang untuk membenahi Makassar. Kita ingin mengabdi. Karena kota ini pernah Berjaya,” ungkapnya.

BACA: Fadli Ananda Tantang Pemenang Survei Bertarung di TPS

Terakhir, lanjut Deng Ical, kejayaan Makassar di era Wali Kota Ilham Arief Sirajuddin. Pertumbuhan ekonominya sampai mendapat pujian dari Presiden SBY pada pidato kenegaraan dengan pertumbuhan mengalahkan Tiongkok.

Pada masa lalu, Makassar juga pernah meraih kejayaan pada abad XV sampai XVIII. Kota Makassar menjadi satu di antara sepuluh bandar niaga terbesar di dunia. “Kejayaan-kejayaan itulah yang ingin kita kembalikan. Tentu dengan tidak meninggalkan kearifan lokalnya,” terang Deng Ical di hadapan warga yang hadir.

Untuk itu, ia mengajak warga dan seluruh timnya berikhtiar semaksimal mungkin. Karena memang tugasnya sebagai kandidat, tim dan pendukung adalah berusaha semaksimal mungkin.

“Soal hasil, itu ada yang lebih kuasa untuk menentukan. Kita tidak boleh memaksakan sesuatu yang di luar kehendak kita. Tapi tugas kita adalah mengerahkan segala potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk meraih hasil terbaik dalam perjuangan,” imbuhnya.

Deng Ical juga sempat menyinggung Pilkada 2018, saat dirinya batal menjadi kontestan. Hal itu itu karena memang dirinya diminta untuk mundur dan memberikan kesempatan kepada kandidat yang bertarung saat itu. Permintaan mundur guna menyatukan potensi.

“Akan tetapi, hasilnya ternyata kotak kosong menang. Rakyat lebih memilih itu ketimbang kandidat yang ada, sehingga momentum Pilkada kali ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk meraih dan memenangkan suara rakyat,” tegasnya.

spot_img
spot_img

Headline

IDR - Rupiah indonesia
USD
14.498,6
EUR
15.293,3
JPY
111,0
KRW
11,4
MYR
3.317,5
SGD
10.465,3