28 C
Makassar
Thursday, March 5, 2026
HomeHeadlineDiperiksa Bawaslu Makassar, Akbar Faizal: Mereka Tidak Paham UU 

Diperiksa Bawaslu Makassar, Akbar Faizal: Mereka Tidak Paham UU 

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Politisi Partai Nasdem, Akbar Faisal akhirnya memenuhi panggilan yang telah dilayangkan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Makassar.

Setelah dua puluh menit diperiksa oleh Bawaslu Kota Makassar, Akbar Faisal mengatakan, Bawaslu Kota Makassar tidak paham tentang aturan untuk memanggil seorang  anggota DPR.

“Tadi itu yang periksa saya itu anak baik kelihatannya, sopan juga. Cuma dia bilang begini; saya hanya menjalankan tugas pak. Itu kelihatannya, Bawaslu, khusunya Bawaslu Makassar tidak bisa membuat kesimpulan tentang apakah saya disini sebagai  orang yang terlibat dari video tersebut, atau sebagai anggota DPR, dia kebingungan,” ujarnya kepada awak media, di Kantor Bawaslu Kota Makassar, Kamis (7/3/2019).

Akbar Faisal menyatakan, panggilan yang telah dilayangkan oleh Bawaslu Kota Makassar terhadap dirinya adalah ketidaktahuan Bawaslu Kota Makassar.

“Menurut Undang Undang MD3, untuk memanggi seorang anggota DPR itu harus seizin dengan presiden. Dulu bunyi Undang Undang tersebut begini; seizin dengan presiden dan mendapat persetujuan dari MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan), tetapi oleh MK (Mahkamah Konstitusi) kata MKD itu sudah dicabut, maka kemudian cukup dengan ijin presiden,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Kota Makassar, Nursari menyatakan, pihaknya akan mengundang seseorang itu sudah sesuai dengan amanah yang diberikan oleh Undang Undang.

“Kami mengundang siapapun, yang kami anggap itu relevan dengan dugaan atas informasi awal yang terima,” tegasnya.

“Biarkan kami bekerja, berdasrkan norma dan kewenangan yang telah diberikan kepada kami,” lanjutnya.

Diketahui, Akbar Faisal dipanggil oleh Bawaslu Kota Makassar terkait Video yang didalamnya terlihat, Rektor Universitas Negri Makassar (UNM) Husain Syam tengah memberikan dukungan kepada Akbar Faisal.

“Kalau ada orang orang yang mendukung Akbar Faizal, dan anaknya mau masuk di UNM, tentu saya harus laksanakan. Kalau masa depanmu mau enak, jangan tinggalkan Beno sebagai ujung tombaknya Pak Akbar Faizal, karena perintahnya Pak Akbar Faizal dan Beno itu saya laksanakan,” ujar Rektor UNM dalam Video yang viral tersebut.

Penulis : Efrat Syafaat Siregar

spot_img

Headline

spot_img
spot_img